Budiman | Advokat | Pengacara | LBH

Jokowi Tunjuk Politisi Partai Nasdem HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung

Posted on | November 20, 2014 | Comments Off

DIAN MAHARANI Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Hasanudin, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menunjuk HM Prasetyo sebagai jaksa agung, menggantikan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Andhi Nirwanto. HM Prasetyo yang merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem diminta mencopot semua atribut partainya.

“Ya nanti pukul 14.00 (pelantikan Jaksa Agung). Beliau diminta keluar dari partai politik,” ujar Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Istana Kepresidenan, Kamis (20/11/2014).

Andi menuturkan, Jokowi menegaskan bahwa HM Prasetyo harus bisa independen saat dipercaya sebagai jaksa agung. “Harus (independen). Kalau nggak, nanti diganti lagi,” ungkap Andi.

Rencananya, pelantikan jaksa agung akan dilakukan pada hari ini juga, pukul 14.00. Andi menuturkan bahwa, baru pada hari ini, Jokowi melakukan pengangkatan HM Prasetyo.

Sebelumnya, beberapa nama lain sempat muncul. Mereka adalah Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto; mantan Deputi UKP4, Mas Achmad Santosa; dan Kepala PPATK M Yusuf. Andi tidak menjelaskan lebih lanjut alasan Jokowi memilih HM Prasetyo.

Namun, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno sempat mengutarakan bahwa tidak ada pertimbangan latar belakang partai atau non-partai politik. “Yang penting kompeten dan capable dengan jabatan itu,” imbuh dia.

Menurut Tedjo, apabila ada keterkaitan dengan partai politik, maka calon jaksa agung itu harus melepaskan jabatannya di partai sebelum dilantik. “Seperti saya contohnya, dulu aktif di salah satu ormas, sekarang saya lepas. Jadi, tidak ada kaitannya lagi,” ungkap Tedjo.

Andhi Nirwanto ditunjuk selaku Plt Jaksa Agung lantaran Jaksa Agung Basrief Arief sudah memasuki usia pensiun.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/11/20/12513561/Jokowi.Tunjuk.Politisi.Partai.NasDem.HM.Prasetyo.sebagai.Jaksa.Agung

 

HM Prasetyo

Informasi pribadi
Tempat Lahir Tuban
Tanggal Lahir 09/05/1947
Alamat Rumah Jl. Adhyaksa V No.C/8 RT.02 RW.05 Kel.Lebak Bulus, Cilandak, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta
No Telp
Informasi Jabatan
Partai Nasdem
Dapil Jawa Tengah II

Latar Belakang

H. M. Prasetyo, SH,  berpengalaman di bidang intelijen dan juga kejaksaan tinggi di beberapa provinsi di Indonesia. Ia menikah dengan Ros Ellyana. 

Pendidikan

1. Fakultas Hukum Universitas Lampung-UI (1971)
2. SMA Negeri Bojonegoro Jawa Timur (1965)

Perjalanan Hukum

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Lampung-UI ini menjadi Anggota Dewan Pertimbangan DPP Ormas Nasional Demokrat sejak tahun 2011 hingga sekarang.

HM Prasetyo ditunjuk oleh Jokowi menjadi Jaksa Agung (berita) pada 20 November, 2014. Kurang dari sebulan sebelumnya, ICW penolak pemilihan HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung (berita).

sumber : http://wikidpr.org/anggota/5403631742b53eac2f8ef699

MK dan MA Dinilai Beda Tafsir Sumpah Advokat

Posted on | November 19, 2014 | Comments Off

Inilah pandangan pemohon judicial review UU Advokat. Keberlanjutan permohonan akan diputuskan dalam RPH.

MK dan MA Dinilai Beda Tafsir Sumpah Advokat

Pemohon Prinsipal, Ismet hadir dalam sidang perbaikan permohonan Uji Materi UU Advokat, Senin (17/11). Foto: Humas MK

Sidang perbaikan pengujian Pasal 4 ayat (1) dan (3) UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat terkait sumpah advokat di Pengadilan Tinggi  kembali digelar di MK yang dimohonkan seorang advokat dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) Ismet. Dalam perbaikan permohonannya, Ismet menganggap MK dan MA tidak sama menafsirkan pelaksanaan pasal itu.

Ismet berpandangan dalam putusan No. 101/PUU-VII/2009, MK menafsirkan Pengadilan Tinggi wajib mengambil sumpah bagi para advokat tanpa mengkaitkan keanggotaan organisasi advokat yang ada saat ini. Namun, dalam praktiknya MA tetap menolak sumpah advokat yang bukan berasal dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Artinya, pasal itu mengandung tafsir kewenangan Pengadilan Tinggi melakukan sumpah advokat baik kewenangan kehendak (bersedia/tidak bersedia) maupun kewenangan administratif (berita acara sumpah advokat dikirim ke MA).

“Ini bertentangan dengan asas kemandirian advokat yang ditegaskan UU Advokat itu sendiri,” ujar Ismet dalam persidangan yang diketuai Anwar Usman di ruang sidang MK, Senin (17/11).

Pasal 4 ayat (1) UU Advokat menyebut sebelum menjalankan profesinya, Advokat wajib bersumpah menurut agamanya atau berjanji dengan sungguh-sungguh di sidang terbuka Pengadilan Tinggi di wilayah domisili hukumnya. Pasal 4 ayat (3) menyebut salinan berita acara sumpah seperti dimaksud ayat (2) oleh Panitera Pengadilan Tinggi yang bersangkutan dikirimkan kepada Mahkamah Agung (MA), Menteri Hukum dan HAM, dan organisasi advokat.

Ismet menilai Pasal 4 ayat (1, (3) UU Advokat yang dijadikan dasar Pengadilan Tinggi menggelar sidang terbuka menyumpah advokat berdasarkan “kehendak” mengakibatkan kedudukan hukum para advokat dibeda-bedakan (diskriminasi) oleh MA. “Ini bertentangan dengan Pasal 28D ayat (3) UUD 1945 yang menjamin hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan,” kata dia.

Ismet juga menganggap ketentuan tersebut  — yang ditafsirkan Pengadilan Tinggi tidak menggelar sidang sumpah advokat non-anggota Peradi atas perintah MA — menghalangi hak pemohon untuk menjalankan profesinya sebagai aparat penegak hukum. “Pemohon tidak mendapatkan kesempatan yang sama seperti advokat Peradi,” katanya.

Dalam petitum permohonanya, pemohon meminta menghapus kewenangan Pengadilan Tinggi dalam penyelenggaraan sumpah advokat dengan menghapus frasa “pengadilan tinggi” dan frasa “oleh Panitera Pengadilan Tinggi dalam Pasal 4 ayat (1), (3) UU Advokat karena bertentangan UUD 1945.Artinya, organisasi advokat berwenang menyumpah para advokat yang bisa dilakukan di Pengadilan Tinggi atau tempat lain yang layak dengan mengundang pejabat publik. Lalu, berita acara sumpahnya dikirimkan ke MA, Kemenkumham, dan organisasi advokat.

Jika tidak, pilihanya lainnya, Ismet meminta agar Pasal 4 ayat (1), (3) UU Advokat bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai apabila Pengadilan Tinggi menolak menyelenggarakan sidang terbuka sumpah advokat atas permintaan organisasi advokat, organisasi advokat yang bersangkutan berwenang menggelar sidang sumpah advokat tanpa keterlibatan pengadilan tinggi dan kepaniteraannya.

“Tempat penyumpahan advokat dapat dipilih sesuai di ibukota provinsi, kota/kabupaten sesuai domisili advokat yang bersangkutan. Lalu, berita acara sumpahnya dikirim organisasi advokat, MA, dan Kemenkumham,” harapnya.

Anwar Usman mengingatkan majelis panel akan melaporkan pelaksanaan sidang pendahuluan permohonan ini dalam rapat permusyawatan hakim (RPH). Nantinya, RPH akan memutuskan apakah permohonan ini akan dilanjutkan dalam sidang pleno atau langsung diputuskan. “Saudara menunggu saja, bagaimana nanti kelanjutan permohonan ini,” katanya.

sumber : http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5469b747f38bd/mk-dan-ma-dinilai-beda-tafsir-sumpah-advokat

KAI Minta DPR Kembali Bahas RUU Advokat

Posted on | November 12, 2014 | Comments Off

KAI Minta DPR Kembali Bahas RUU Advokat
Agar dapat menyelesaikan konflik antar organisasi advokat yang berkepanjangan.
KAI Minta DPR Kembali Bahas RUU Advokat
Kongres Advokat Indonesia (KAI) versi Tjotjoe S Hernanto meminta DPR melanjutkan pembahasan Revisi Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat yang sempat terhenti pembahasannya oleh DPR periode 2009-2014. Harapan itu disampaikan Tjojoe dalam rapat dengan pendapat umum dengan Komisi III di Gedung DPR, Selasa (11/11).

“Kami memohon DPR membahas kembali RUU Advokat agar dapat menyelesaikan sejumlah persoalan advokat,” ujarnya.

RUU Advokat memang sempat dibahas di penghujung masa bakti anggota DPR periode 2009-2014. Keterbatasan waktu ditambah dengan banyaknya persoalan substansi yang belum sempat dibahas mengharuskan pembahasan RUU Advokat terhenti.

Menurutnya, dengan dibahasnya RUU Advokat pada kali ini bisa memberikan harapan terhadap ribuan advokat yang tak dapat beracara di pengadilan. Selain itu, RUU Advokat dinilai menjadi jembatan atas kekisruhan di dunia advokat selama ini. “Jadi, satu-satunya cara pembahasan RUU Advokat dilanjutkan. Mudah-mudahan persoalan advokat ini segera diselesaikan dan tidak ada permusuhan,” ujarnya.

Tjotjoe yang menjabat Presiden KAI itu berpandangan, organisasi advokat bersifat heterogen. Maka dari itu, idealnya organisasi advokat lebih dari satu. Ia menyarankan agar dalam RUU Advokat nantinya memuat organisasi advokat yang bersifat multibar. Selain itu, permasalahan sumpah advokat tidak lagi dilakukan di depan Mahkamah Agung, tetapi cukup dilakukan di depan pimpinan organisasi advokat.

Saran Tjotjoe lainnya, RUU Advokat memuat aturan transaksi antara klien dengan advokat dilakukan secara non tunai. Hal itu dilakukan agar dapat menghindari terjadinya suap menyuap dan dalam rangka penegakan hukum ke depan. Selain itu, Dewan Advokat Nasional (DAN) tidak dibiayai oleh negera. Menurutnya, anggota DAN tidak terdapat unsur pemerintah, tetapi murni unsur advokat. Setidaknya, anggota DAN merupakan pimpinan organisasi advokat.

Sekretaris Jenderal KAI, Aprilia Supaliyanto menambahkan persoalan advokat berdampak pada banyaknya anggota KAI tak dapat beracara di pengadilan. Hal itu juga berdampak pada hak konstitusi advokat. Dia menilai Mahkamah Agung tidak taat hukum.

Pasalnya, Mahkamah Konstitusi telah menerbitkan putusan atas uji materi Pasal 4. Mahkamah Agung melalui pengadilan tinggi semestinya melakukan penyumpahan secara terbuka terhadap advokat. Namun kata Aprilia, pihak Mahkamah Agung tak menjalankan putusan MK No. 101 Tahun 2009.

Ia meminta kepada Komisi III agar bersikap serius atas persoalan tersebut. Ia menilai dampak dari advokat tak dapat beracara adalah tak dapat memberikan nafkah kepada keluarga. Ia berpandangan, dengan dilanjutkannya pembahasan RUU Advokat, setidaknya dengan RUU yang sudah pernah dibahas, dapat membangun tatanan kehidupan dunia advokat yang lebih baik.

“Kami concern dengan RUU Advokat yang sudah dibahas, dan kami mohon agar bisa diteruskan dan dapat disahkan menjadi UU,” ujarnya.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto memahami dinamika di dunia advokat. Menurutnya, publik sudah mengetahui polemik yang terjadi antar organisasi advokat. Semestinya, advokat sebagai bagian dalam penegakan hukum mendapatkan kepastian hukum. Ia pun berjanji akan berupaya mencari jalan agar dunia advokat tidak ginjang-ganjing, sekalipun dengan RUU Advokat sebagai jalan keluar atas polemik yang terjadi.

Anggota Komisi III lainnya, Daeng Muhammad menambahkan solusi atas terjadinya perpecahan di dunia advokat dengan mengubah UU Advokat. Ia berpandangan UU No.18 Tahun 2003 sejauh ini sudah tidak relevan. Pasalnya, tak dapat mengakomodir kepentingan advokat secara keluruhan.

Ia menilai, advokat dari KAI tak dapat melaksanakan persidangan di pengadilan. “Kalau dasar UU nya menggunakan UU Advokat sekarang ini sulit. Kita akan menggendakan untuk bahas ini, kita punya fungsi membuat UU untuk bisa mengakomodir, ini akan jadi catatan kita,” ujar politisi PAN itu.

Di ujung RDPU, Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin berpandangan persoalan KAI akan disampaikan dalam rapat Panja maupun Pansus berkaitan dengan usulan melanjutkan RUU Advokat. Ia mengatakan keputusan dilanjutkan tidaknya tergantung dalam rapat paripurna.

“Kalau soal RUU Advokat nanti kami sampaikan dalam Panja atau Pansus,” pungkasnya.

sumber : http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5461ff082c734/kai-minta-dpr-kembali-bahas-ruu-advokat

TPI Kembali ke Pangkuan Tutut Soeharto

Posted on | November 12, 2014 | Comments Off

TEMPO.CO, Jakarta – Mahkamah Agung menolak peninjauan kembali yang dilakukan manajemen PT Berkah Karya Bersama terhadap Siti Hardiyanti Rukmana atas kepemilikan PT Cipta Televisi Indonesia, yang kini bernama MNC TV.

Maka, Mahkamah Agung menguatkan kepemilikan saham Tutut di stasiun televisi yang kini bernama MNC TV itu dari sebelumnya dikuasai Hary Tanoesoedibjo. (Baca: Kubu Tutut: Perkarakan Hary Tanoe Bukan Politis)

“Peninjauan kembali ditolak, artinya kembali ke putusan sebelumnya, yaitu kasasi,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Ridwan Mansyur, membenarkan putusan tersebut, Selasa, 11 November 2014. “Pertimbangan hukumnya nanti tunggu majelis karena masih minutasi.”

Putusan peninjauan kembali itu bernomor 238 PK/PDT/2014 dan diketuk pada 29 Oktober 2014. Duduk sebagai ketua majelis hakim Abdul Manan, dan dua orang anggota Hamdi dan Mohammad Saleh. (Baca: Sengketa TPI, Polisi Dalami Laporan Tutut)

“Menolak permohonan peninjauan kembali PT Berkah Karya Bersama,” demikian bunyi putusan seperti dilansir di situs Mahkamah Agung. (Baca: Hary Tanoe Diperkarakan, Saham MNC Langsung Jeblok)

Sebelumnya dalam kasasi pada Oktober tahun lalu, berdasarkan berdasarkan amar putusan Nomor 862 K/Pdt/2013 Mahkamah mengabulkan gugatan Tutut atas PT Berkah. Dengan demikian, putusan itu menyatakan keabsahan keputusan rapat pemegang saham pada 17 Maret 2005.

Majelis hakim kasasi menyatakan, kepemilikan saham 75% saham TPI atas nama PT Berkah Karya Bersama adalah tidak sah dan dikembalikan ke Tutut.

Dalam rapat pemegang saham pada 17 Maret 2005 diputuskan bahwa Direktur Utama Cipta Televisi adalah Dandy Rukmana sedangkan Muhammad Jarman menjabat direktur.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/11/11/063621182/TPI-Kembali-ke-Pangkuan-Tutut

 

download putusan Kasasi : http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/downloadpdf/3ee4b108dc48b989c811543e51b5fdeb/pdf

info Putusan Kasasi dan Peninjauan Kembali dapat dilihat di : http://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara/?txtRegister=&txtPengadilan=&txtPihak=berkah&txtJenisPerkara=&txtSuratPengantar=&txtPutusanGuid=&cmdSearch=Cari

 

DPP Kongres Advokat Indonesia menyampaikan aspirasi para anggota saat Rapat Dengar Pendapat Umum dgn Komisi III, Selasa, 11 November 2014

Posted on | November 11, 2014 | Comments Off

DPP Kongres Advokat Indonesia menyampaikan aspirasi para anggota saat Rapat Dengar Pendapat Umum dgn Komisi III, Selasa, 11 November 2014

Kiriman Advokar M Junaedi

 

UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

Posted on | November 10, 2014 | Comments Off

UU Nomor 28 Tahun 2014.pdf

download UU klik gambarnya atau disini 

 

Sebagaimana diberitakan dalam artikel DPR Setujui RUU Hak Cipta Jadi UU, Rancangan Undang-Undang Hak Cipta telah ditetapkan menjadi undang-undang. UU Hak Cipta yang baru ini (“UU Hak Cipta Baru”) akan menggantiUndang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (“UU 19/2002”).
Melalui Pasal 1 UU Hak Cipta Baru, dapat kita lihat bahwa UU Hak Cipta baru memberikan definisi yang sedikit berbeda untuk beberapa hal. Selain itu, dalam bagian definisi, dalam UU Hak Cipta Baru juga diatur lebih banyak, seperti adanya definisi atas “fiksasi”, “fonogram”, “penggandaan”, “royalti”, “Lembaga Manajemen Kolektif”, “pembajakan”, “penggunaan secara komersial”, “ganti rugi”, dan sebagainya. Dalam UU Hak Cipta Baru juga diatur lebih detail mengenai apa itu hak cipta. Hak cipta merupakan hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi.
Masih banyak hal lain yang berbeda antara UU 19/2002 dengan UU Hak Cipta Baru. Berikut akan kami jelaskan beberapa hal yang berbeda.
Mengenai perbedaan antara UU 19/2002 dengan UU Hak Cipta Baru, dapat dilihat dalam Penjelasan Umum UU Hak Cipta Baru yang mengatakan bahwa secara garis besar, UU Hak Cipta Baru mengatur tentang:
1.    Perlindungan hak cipta dilakukan dengan waktu lebih panjang;
2.    Perlindungan yang lebih baik terhadap hak ekonomi para pencipta dan/atau pemilik hak terkait, termasuk membatasi pengalihan hak ekonomi dalam bentuk jual putus (sold flat);
3.    Penyelesaian sengketa secara efektif melalui proses mediasi, arbitrase, atau pengadilan, serta penerapan delik aduan untuk tuntutan pidana;
4.    Pengelola tempat perdagangan bertanggung jawab atas tempat penjualan dan/atau pelanggaran hak cipta dan/atau hak terkait di pusat tempat perbelanjaan yang dikelolanya;
5.    Hak cipta sebagai benda bergerak tidak berwujud dapat dijadikan objek jaminan fidusia;
6.    Menteri diberi kewenangan untuk menghapus ciptaan yang sudah dicatatkan, apabila ciptaan tersebut melanggar norma agama, norma susila, ketertiban umum, pertahanan dan keamanan negara, serta ketentuan peraturan perundang-undangan;
7.    Pencipta, pemegang hak cipta, pemilik hak terkait menjadi anggota Lembaga Manajemen Kolektif agar dapat menarik imbalan atau royalti;
8.    Pencipta dan/atau pemilik hak terkait mendapat imbalan royalti untuk ciptaan atau produk hak terkait yang dibuat dalam hubungan dinas dan digunakan secara komersial;
9.    Lembaga Manajemen Kolektif yang berfungsi menghimpun dan mengelola hak ekonomi pencipta dan pemilik hak terkait wajib mengajukan permohonan izin operasional kepada Menteri;
10.Penggunaan hak cipta dan hak terkait dalam sarana multimedia untuk merespon perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Sebagai benda bergerak, baik dalam UU 19/2002 dan UU Hak Cipta Baru diatur mengenai cara mengalihkan hak cipta. Akan tetapi dalam Pasal 16 ayat (1) UU Hak Cipta Baru ditambahkan bahwa hak cipta dapat dialihkan dengan wakaf.
Masih terkait dengan hak cipta sebagai benda bergerak, dalam UU 19/2002 tidak diatur mengenai hak cipta sebagai jaminan. Akan tetapi, dalam Pasal 16 ayat (3) UU Hak Cipta Baru dikatakan bahwa hak cipta adalah benda bergerak tidak berwujud yang dapat dijaminkan dengan jaminan fidusia.
Mengenai jangka waktu perlindungan hak cipta yang lebih panjang, dalamPasal 29 ayat (1) UU 19/2002 disebutkan bahwa jangka waktu perlindungan hak cipta adalah selama hidup pencipta dan berlangsung hingga 50 tahun setelah pencipta meninggal dunia, sedangkan dalam UU Hak Cipta Baru, masa berlaku hak cipta dibagi menjadi 2 (dua) yaitu masa berlaku hak moral dan hak ekonomi.
Hak moral pencipta untuk (i) tetap mencantumkan atau tidak mencatumkan namanya pada salinan sehubungan dengan pemakaian ciptaannya untuk umum; (ii) menggunakan nama aliasnya atau samarannya; (iii) mempertahankan haknya dalam hal terjadi distorsi ciptaan, mutilasi ciptaan, modifikasi ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya, berlaku tanpa batas waktu (Pasal 57 ayat (1) UU Hak Cipta Baru). Sedangkan hak moral untuk (i) mengubah ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat; dan (ii) mengubah judul dan anak judul ciptaan, berlaku selama berlangsungnya jangka waktu hak cipta atas ciptaan yang bersangkutan (Pasal 57 ayat (2) UU Hak Cipta Baru).
Kemudian untuk hak ekonomi atas ciptaan, perlindungan hak cipta berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung selama 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya (Pasal 58 ayat (1) UU Hak Cipta Baru). Sedangkan jika hak cipta tersebut dimiliki oleh badan hukum, maka berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman.
Perlindungan sebagaimana diatur dalam Pasal 58 tersebut hanya berlaku bagi ciptaan berupa:
a.    buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis lainnya;
b.    ceramah, kuliah, pidato dan Ciptaan sejenis lain;
c.    alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
d.    lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
e.    drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
f.     karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase;
g.    karya arsitektur;
h.    peta; dan
i.      karya seni batik atau seni motif lain.
Akan tetapi, bagi ciptaan berupa:
a.    karya fotografi;
b.    potret;
c.    karya sinematografi;
d.    permainan video;
e.    program komputer;
f.     perwajahan karya tulis;
g.    terjemahan, tafsiran, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi, dan karya lain dari hasil transformasi;
h.    terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi atau modifikasi ekspresi budaya tradisional;
i.      kompilasi ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan program komputer atau media lainnya; dab
j.     kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli;
berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman. (Pasal 59 ayat (1) UU Hak Cipta Baru)
Kemudian untuk ciptaan berupa karya seni terapan, perlindungan hak cipta berlaku selama 25 tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman (Pasal 59 ayat (2) UU Hak Cipta Baru).
UU Hak Cipta Baru ini juga melindungi pencipta dalam hal terjadi jual putus (sold flat). Ciptaan buku, dan/atau semua hasil karya tulis lainnya, lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks yang dialihkan dalam perjanjian jual putus dan/atau pengalihan tanpa batas waktu, hak ciptanya beralih kembali kepada pencipta pada saat perjanjian tersebut mencapai jangka waktu 25 tahun (Pasal 18 UU Hak Cipta Baru). Hal tersebut juga berlaku bagi karya pelaku pertunjukan berupa lagu dan/atau musik yang dialihkan dan/atau dijual hak ekonominya, hak ekonomi tersebut beralih kembali kepada pelaku pertunjukan setelah jangka waktu 25 tahun (Pasal 30 UU Hak Cipta Baru).
Hal lain yang menarik dari UU Hak Cipta Baru ini adalah adanya larangan bagi pengelola tempat perdagangan untuk membiarkan penjualan dan/atau penggandaan barang hasil pelanggaran hak cipta dan/atau hak terkait di tempat perdagangan yang dikelolanya (Pasal 10 UU Hak Cipta Baru). Dalam Pasal 114 UU Hak Cipta Baru diatur mengenai pidana bagi tempat perbelanjaan yang melanggar ketentuan tersebut, yaitu pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Selain itu, dalam UU Hak Cipta Baru juga ada yang namanya Lembaga Manajemen Kolektif. Lembaga Manajemen Kolektif adalah institusi yang berbentuk badan hukum nirlaba yang diberi kuasa oleh pencipta, pemegang hak cipta, dan/atau pemilik hak terkait guna mengelola hak ekonominya dalam bentuk menghimpun dan mendistribusikan royalti (Pasal 1 angka 22 UU Hak Cipta Baru).
sumber : http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt54192d63ee29a/ini-hal-baru-yang-diatur-di-uu-hak-cipta-pengganti-uu-no-19-tahun-2002

 

Sistem Klasifikasi Merek, Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI

Posted on | November 10, 2014 | Comments Off

Sumber : http://119.252.174.21/skm/

Kelas 1

Bahan kimia yang digunakan dalam industri, ilmu pengetahuan dan fotografi, maupun dalam pertanian hortikultura dan kehutanan: damar buatan yang belum diproses, plastik yang belum diproses; pupuk, komposisi pemadam kebakaran: sediaan-sediaan mengeraskan dan memateri: zat kimia untuk mengawetkan bahan makanan: zat penyamakan; bahan perekat yang digunakan dalam industri.”

selengkapnya : http://119.252.174.21/skm//index.php/skm/detailkelas/1

Barang/Jasa :

Bahan kikis (Cairan tambahan untuk digunakan bersama -); Penyerap minyak (Bahan sintetis untuk -); Zat pemercepat reaksi vulkanisasi; Air asam untuk pengisian akumulator; Aluminium asetat; Selulosa asetat, tidak diolah; Asetat (bahan kimia)*; Anhidrida asam-asetat; Sediaan bakteriologi pemercepat pembuatan cuka; Aseton; Asetilena; Tetrakhlorida asetilena; Komposisi bahan kimia tahan asam; Asam *; Air asam untuk pengisian akumulator; Air asam untuk pengisian baterai; Damar akrilik, belum diolah; Aktinium; Arang aktif; Bahan kimia tambahan untuk bensin; Bahan tambahan, bahan kimia, pada lumpur pengeboran; Bahan tambahan, bahan kimia, pada obat pembasmi jamur; Bahan tambahan, bahan kimia, pada obat pembasmi serangga; Bahan tambahan, bahan kimia, pada minyak bakar motor; Bahan tambahan deterjen pada bensin; Sediaan perekat untuk perban-perban bedah; Perekat untuk menempel poster; Perekat untuk keperluan industri; Perekat kertas dinding; Perekat ubin Dinding; Alat pendorong gas untuk aerosol; Agar-agar; Bahan perekat beton; Bahan kimia pertanian, kecuali obat pembasmi jamur, pembasmi rumput-liar, pembasmi serangga tumbuh-tubuhan, pembasmi serangga dan pembasmi parasit; Pupuk untuk pertanian; Putih telur yang dirawat dengan yodium; Putih telur malt; Putih telur (hewan atau sayuran, bahan mentah); Kertas yang dilapisi dengan zat putih telur; Alkohol *; Alkohol etil; Aldehida *; Alginat untuk keperluan industri; Alginat untuk industri makanan; Alkali atsiri (amoniak) untuk keperluan industri; Alkali; Garam yodium basa untuk keperluan industri; Logam alkali; Garam logam alkali; Logam alkali tanah; Alkaloid*); Sediaan kimia untuk memudahkan mencampur logam; Tawas; Oksida aluminium; Asetat aluminium *); Tawas aluminium; Aluminium klorida; Aluminium hidrat; Garam yodium aluminium; Aluminium silitat; Amerisium; Amoniak *; Tawas amoniak; Amoniak (alkali astiri) untuk keperluan industri; Garam amoniak; Amoniak aldehida; Garam amoniak; Minyak pisang; Amil alkohol; Sediaan kimia untuk analisis di laboratorium selain untuk keperluan medis atau kedokteran hewan; Anhidrida; Amoniak bebas air; Putih telur hewan (bahan mentah); Karbon hewan; Sediaan karbon hewan; Arang hewan; Sediaan tahan panas untuk mesin pendingin; anti beku; Larutan anti busa untuk akumulator; Larutan anti busa untuk baterai; Anti-kerak; Zat anti detonasi untuk motor pembakaran dalam; Antimonium; Anti oksida; Antimonium sulfida; Sediaan pencegah tunas untuk sayur-sayuran; Sediaan anti listrik statis selain untuk keperluan rumah tangga; Bahan kimia anti-kusam untuk jendela; Asam antranitrat; Argon; Garam arsenat timah hitam; Arsenik; Asam arsenat; Damar buatan, belum diolah; Pemanis buatan (sediaan kimia); Soda abu; Astatin; Bahan bakar untuk reaktor; Pengisi karoseri mobil; Cairan bantu untuk dipakai bersama bahan penggosok; Sediaan bakteri selain untuk kegunaan medis dan kedokteran hewan; Pembasmi bakteri minuman anggur (sediaan kimia yang digunakan dalam pembuatan anggur); Sediaan bakteri untuk pembuatan cuka; Sediaan bakteri selain untuk kegunaan medis dan kedokteran hewan; Balsem cair dari buah guryun untuk membuat pernis; Sediaan perekat untuk perban operasi; Barium; Senyawa barium; Barium sulfat; Barit; Kertas barit; Barit; Basa (sediaan kimia); Galata basa bismut; Cairan alkalin penghalus kulit binatang; Rendaman fiksasi (fotografi); Rendaman untuk galvanasi; Rendaman penyelarasan (fotografi); Air asam untuk mengisi kembali baterai; Larutan anti-busa untuk aki; Cairan untuk menghilang sulfat dari aki; Garam untuk baterai galvanik; Bauksit; Bahan-bahan pengawet bir; Bahan-bahan penjernih dan pengawet bir; Bentonit; Turunan benzena; Metil Benzena; Asam benziminat; Asam benzoat; Sulfinida benzoat; Metil benzoat; Berkelium; Karbonat soda untuk keperluan kimia; Timah biklorida; Asam khlor berganda kalium; Asam khlor berganda soda; Perekat untuk pemasang poster; Zat pengikat untuk pemasangan logam; Katalis biokimia; Sediaan biologis (selain untuk keperluan medis atau kedokteran hewan); Pembiakan jaringan biologis untuk keperluan medis; Perekat untuk menangkap burung; Bismut; Galata bismut bersifat basa; Bismut nitrit untuk keperluan kimia; Jelaga lampu untuk keperluan industri; Bahan kimia peluntur lemak; Bahan kimia peluntur minyak; Bahan kimia pemutih organik; Bahan pemutih malam; Sediaan pemutih (pengawa-warna) untuk keperluan industri; Arang darah; Kain cetak biru; Kertas cetak biru; Arang tulang; Boraks; Asam bor untuk keperluan industri; Cairan untuk rem; Bahan untuk mematri; Sediaan untuk mematri; Bahan pengawet pasangan bata kecuali cat dan minyak; Sediaan kimia untuk mencemerlangkan warna untuk keperluan industri; Brom untuk keperluan kimia; Produk sampingan dari pengolahan makanan gandum untuk keperluan industri; Kaesium; Soda kering; Kalsium karbida; Zat lemas kalsium (pupuk); Garam kapur; Kalifornium; Kamper untuk keperluan industri; Pengisi tubuh mobil; Karbid; Minyak ter untuk perlindungan tanaman; Zat arang, karbon; Jelaga untuk keperluan industri; Zat arang untuk penyaring; Sediaan arang tulang; Karbon sulfida; Karbon tetraklorid; Karbonat; Asam arang; Hidrat arang; Zat arang diradioaktifkan; Zat keju untuk keperluan industri; Zat keju untuk industri makanan; Cassiopium (lutetium); Katalis-katalis; Zat berwarna biru tua dari pohon acacia; Alkali kostik; Soda kostik untuk keperluan industri; Kostik untuk keperluan industri; Selulosa; Selulosa asetat, tidak diolah; Turunan selulosa (bahan kimia); Selulosa ester untuk keperluan industri; Selulosa eter untuk keperluan industri; Bahan perekat untuk alas kaki; Bahan perekat untuk memperbaiki benda-benda yang pecah; Bahan perekat untuk ban angin; Semen (metalurgi); Semen (minyak –) [dempul]; Bahan pengawet semen, kecuali cat dan oli; Sediaan untuk mengkedap-airkan semen, kecuali cat; Komposisi keramik dari endapan keras yang terbentuk diatas batu-batuan (berisi butiran kecil dan bubuk/tepung); Pemoles kerami; Bahan keramik dalam bentuk butir-butiran untuk digunakan sebagai media penyaringan; Bahan campuran untuk pembuatan keramik teknik; Produk sampingan dari pengolahan padi-padian untuk keperluan industri; Serium; Arang hewan; Arang darah; Arang tulang; Bahan tambahan kimiawi untuk minyak; Elemen kimia yang mengalami pemecahan; penguat kimiawi untuk kertas; Penguat kimiawi untuk karet; Sediaan kimia untuk mempermudah pencampuran logam; Sediaan kimia untuk keperluan ilmiah, selain untuk penggunaan medis atau kedokteran hewan; Bahan reaksi kimiawi, selain untuk keperluan medis atau kedokteran hewan; Zat-zat kimia untuk analisis di laboratorium, selain untuk keperluan medis atau kedokteran hewan; Zat kimia pertanian, kecuali pembasmi jamur, pembasmi rumput liar, pembasmi serangga dan pembasmi parasit; Zat kimia untuk kehutanan; kecuali pembasmi kamur, pembasmi rumput liar, pembasmi serangga dan pembasmi parasit; Zat kimia industri; Pembersih cerobong asap, zat kimia; Kaolin; Klorat; Klorida; Klor; Asam kolik; Kromat; Alum Krom; Garam krom; Asam krom; Garam krom; Oksid kromium; Film sinematografi, dijadikan peka terhadap cahaya tapi tidak terdedah; Asam sitrat untuk keperluan industri; Sediaan untuk menjernihkan air; Kaolin; Tanah liat (Pengembangan — ) untuk pertumbuhan tanaman secara hidroponik [substrat]; Pembersih cerobong asap, bahan kimia; Kain cetak biru; Sediaan penghemat batu bara; Oksida kobalt untuk keperluan industri; Kolodium, selulosanitrat *); Zat kimia untuk pecerah warna untuk keperluan industri; Garam untuk logam pewarna; Zat kimia untuk penyemarak warna untuk keperluan industri; Garam untuk logam pewarna; Sediaan untuk pembakaran (bahan tambahan kimia pada bahan bakar motor); Bahan campuran untuk pembuatan piringan hitam; Kompos; Bahan perekat untuk beton; Bahan pengawet beton, kecuali cat dan minyak; Bahan kimia pencampur gas udara dan beton; Sediaan kondensasi kimia; Bahan kimia pencegah kondensasi; Sediaan untuk merangsang pematangan untuk keperluan industri; Pendingin (sediaan anti-didih untuk mesin-); Pendingin untuk mesin-mesin kendaraan; Sulfat tembaga (vitriol); Sediaan pengikis, penghancur; Krim tartar untuk keperluan kimia; Krim tartar untuk keperluan industri; Krim tartar untuk industri makanan; Kreosot untuk keperluan kimia; krotonet aldehida; Sediaan kriogenik; Benih mikroorganisme selain untuk pemakaian medis dan kedokteran hewan; Kurium; Sediaan untuk menyamak kulit; Sediaan untuk menyamak kulit binatang berbulu; Sianida (prusiat); Larutan untuk proses pembuatan cetak biru; Simene; Sediaan tahan lembab, kecuali cat, untuk pekerjaan tukang batu; Sediaan kimia untuk mengawakarbonkan mesin; Pengawawarna untuk keperluan industri; Bahan kimia untuk merontokkan daun tanaman; Sediaan penghilang lemak untuk digunakan dalam proses fabrikasi; Sediaan pengawagetah; Sediaan untuk menghidrasikan untuk keperluan industri; Bahan tambahan deterjen pada bensin; Deterjen untuk digunakan dalam proses fabrikasi; Bahan pencuci film foto; Bahan perekat dekstrin; Sediaan-sediaan diagnostik selain untuk keperluan medis atau kedokteran hewan; Diastasa untuk keperluan industri; Tanah diatomea; diatomit; Kertas diazo; Dioksalat potasium; Air dioksida; Dioksida titanium untuk keprluan industri; Pencegah kerak ketel; Zat pendispersi minyak; Zat pendispersi minyak tanah; Dispersi dari plastik; Air destilasi; Dolomit untuk keperluan industri; Sediaan untuk mengeraskan dan memberi lapisan penutupan pada tekstil; Bahan kimia untuk menyamak kulit; Ramuan, kecuali minyak, untuk kulit hewan; Lumpur pemboran; Bahan tambahan kimia pada lumpur pemboran; Karbon dioksida yang dikeraskan untuk alat pendingin; Disprosium; Tanah diatomasin; Tanah untuk bercocok tanam; Tanah yang mengandung logam; Tanah langka; Jel elektrophoresis, selain untuk tujuan medis atau kedokteran hewan; Bahan pelunak untuk keperluan industri; Pengemulsi; Emulsi fotografi; Sediaan kimia, kecuali pigmen untuk pembuatan email; Produk untuk memburamkan email; Zat kimia untuk menyepuh email; Pendingin mesin (Pembuatan anti didih untuk –); Bahan kimia pengawakarbonkan mesin; Mesin (Pendingin untuk kendaraan bermotor — ); Sediaan enzim untuk keperluan industri; Sediaan enzim untuk industri makanan; Enzima untuk keperluan industri; Enzima untuk industri makanan; Resin epoksi, belum diolah; Erbium; Ester *); Etana; Eter *); Etil-alkohol, etanol; Etil-eter; Eropium; Penukar ion (zat kimia); Tanah liat-yang dikembangkan untuk pertumbuhan tanaman secara hidroponik [substrat]; Campuran kimia pemadam kebakaran; Bahan kimia pencegah noda untuk digunakan pada bahan kain; Bahan kimia untuk memutihkan lemak; Asam lemak; Zat kimia yang dipakai untuk meragi anggur; Ragi untuk keperluan kimia; Ragi susu untuk keperluan kimia; Ragi susu untuk keperluan industri; Ragi susu untuk industri makanan; Fermium; Besi sianida; Pelat ferrotip (fotografi); Pupuk; Sediaan untuk pupuk; Pengisi untuk tubuh mobil oto; Pengisi untuk tubuh mobil; Bahn pengisi lobang pohon (kehutanan); Film (- sinematografi), dijadikan peka terhadap cahaya tapi tidak terdedah; Film (- peka) yang belum terdedah; Film X-ray dibuat peka terhadap cahaya, belum terdedah; Bahan penyaring (sediaan kimia); Bahan penyaring (bahan mineral); Bahan penyaring (plastik yang tidak diolah); Bahan penyaring (bahan sayuran); Bahan keramik dalam bentuk butiran untuk digunakan sebagai sarana penyaring; Sediaan penyaring untuk industri minuman; Sediaan penjernihan sari buah anggur; Penjernihan anggur; Sediaan-sediaan pemoles untuk digunakan dalam pembuatan baja; Bahan campuran pemadam kebakaran; Sediaan-sediaan tahan api; Pupuk makanan ikan; Unsur kimia yang dapat membelah; Bahan yang dapat membelah untuk energi nuklir; Rendaman perekatan (fotografi); Larutan perekatan (fotografi); Sediaan-sediaan untuk lampu senter; Reagen asam yang digunakan dalam pembuatan keramik; Tepung untuk keperluan industri; Bahan pengawet bunga; Belerang sublimat untuk keperluan kimia; Cairan (kemudi servo-); Cairan (Transmisi-); Cairan rem; Cairan untuk lingkaran sirkuit hidrolik; Cairan bantu untuk digunakan dengan alat penggosok; Fluor; Senyawa fluorspar; Bahan imbuh untuk mematri keras; Bahan imbuh untuk mematri; Zat kimia untuk pengawet bahan makanan; Alas kaki (Bahan perekat untuk -); Hutan (Zat kimia untuk — ) kecuali fungisida, herbisida, insektisida, dan parasitisida; Asam format; Format aldehida untuk keperluan kimia; Sediaan pencetak besi tuang; Pasir tuangan; Fransium; Zat kimia untuk mengkaburkan kaca; Hormon untuk mempercepat pematangan buah- buahan; Bahan bakar untuk reaktor atom; Sediaan-sediaan penghemat bahan bakar; Tanah serap untuk diguakan dalam industri rekstil; Sediaan-sediaan untuk mengepres; Sediaan untuk mengepres untuk digunakan dalam industri tekstil; Bahan tambahan kimia pada pembasmi jamur; Gadolinium; Gallat basa bismut; Asam organik untuk pembuatan tinta; Galium; Tumor pada jaringan tanaman karena parasit, dipakai sebagai bahan penyamak; Asam galotanat; Rendaman galvanik; Sediaan-sediaan galvanik; Gambir; Penggerak gas untuk aerosol; Sediaan-sediaan pemurni gas; Gas-gas pelindung untuk pengelasan; Gas-gas dibekukan untuk keperluan industri; Bahan tambahan diterjen pada bensin; Gelatin untuk keperluan industri; Gelatin untuk keperluan fotografi; Jel (Elektrophoresis –), kecuali untuk tujuan medis atau kedokteran hewan; Sifat benih untuk produksi pertanian; Zat penyerap (zat yang aktif secara kimia); Bahan pengeruh kaca; Sediaan-sediaan untuk mencegah kaca menjadi buram; Kaca cair (larutan kaca); Bahan kimia yang mengkusamkan permukaan kaca; Bahan kimia untuk mewarnai kaca; Dempul tukang kaca; Glasir keramik; Glukosa untuk keperluan industri; Glukosa untuk industri makanan; Glukosida; Bahan perekat untuk keperluan industri; Zat perekat untuk keperluan industri; Zat perekat untuk industri makanan; Bahan perekat (lem) selain untuk keperluan tulis- menulis atau rumah tangga; Sediaan seperti perekat untuk pelindung pohon terhadap serangga; Sediaan seperti perekat untuk pencakokan pohon; Gliserida; Gliserin untuk keperluan industri; Glikol; Eter glikol; Garam emas; Damar pencangkokan untuk pohon; Malam pencangkokan untuk pohon; Grafit untuk keperluan industri; Sediaan-sediaan penghilang lemak untuk digunakan dalam proses fabrikasi; Sediaan-sediaan untuk pemisahan gemuk; Sediaan-sediaan pengatur tumbuh tanaman; Pupuk dari kotoran burung; Gom arab untuk keperluan industri; Pelarut getah; Tragakan untuk digunakan dalam fabrikasi; Perekat (bahan perekat) selain untuk keperluan tulis menulis atau rumah tangga; Minyak gurjun untuk membuat pernis; Sediaan pengeras logam; Zat pengeras batu kapur; Air berat; Helium; Holmium; Hormon untuk mempercepat kematangan buah; Zat kimia untuk hortikultura, kecuali obat pembasmi jamur, obat pembasmi rumput liar, obat pembasmi serangga dan obat pembasmi parasit; Humus; Lapisan atas humus; Hidrat; Zat alir untuk sirkuit hidrolik; Zat cair untuk sirkuit hidrolik; Hidrasin; Hidroklorat; Asam hidroklorat; Asam hidrofluorat; Hidrogen; Peroksid hidrogen; Soda hipoklorit; Hiposulfit; Karbon dioksida padat yang dipakai sebagai pendingin; Zat kimia impregnasi kulit; Zat kimia imprenasi tekstil; Zat kimia untuk tekstil; Komposisi untuk menambal ban dalam; Bahan tambahan kimia pada obat pembasmi serangga; Zat anti detonasi untuk motor pembakaran dalam; Asam iodat; Iodin untuk keperluan kimia; Iodin untuk keperluan industri; Albumen yang telah dirawat dengan yodium; Garam yang telah dirawat dengan yodium; Penukar ion (sediaan kimia); Garam besi; Gelatina ikan selain untuk alat tulis-menulis, keperluan rumah tangga atau makanan; Isotop untuk keperluan industri; Kainit; Kaolin; Keton; Kiselgur, diatomit; Kripton; Asam susu; Laktosa untuk keperluan industri; Laktosa untuk industri makanan; Laktosa [bahan mentah]; Jelaga untuk keperluan industri; Lantanum; Timbal asetat; Timbal Arsenat; Timbal oksida; Sediaan untuk membersihkan kulit hewan; Lem kulit; Damar untuk kulit; Zat kimia untuk menyamak kulit; Zat kimia untuk pencelup kulit; Zat kimia untuk memperbaharui kulit; Zat kimia untuk membuat kulit kedap air; Lesitin untuk keperluan industri; Lesitin untuk industri makanan; Lesitin (bahan baku); Sediaan untuk mencegah lensa menjadi kusam; Asetat kapur; Karbonat kapur; Klorida kapur; Kapur nitrogen (pupuk); Zat pengeras batu gamping; Cairan untuk menghilangkan sulfat dari aki; Cairan untuk menghilangakan sulfat dari baterai; Zat kimia pencair kanji (zat pencair perekat); Monoksid litium; Litium; Kertas lakmus; Geluh, tanah liat; Lutesium (kasiopium); Magnesit; Magnesium karbonat; Magnesium klorida; Cairan magnit untuk keperluan industri; Malt albumena; Mangganit; Dioksida mangan; Kulit batang pohon bakau untuk keperluan industri; Pupuk untuk pertanian; Pengawet pasangan batu, kecuali cat dan minyak; Mastik untuk kulit; Mastik untuk ban; Mastik okulasi untuk pohon; Sediaan kimia untuk pengasapan daging; Bahan pelunak daging untuk keperluan industri; Oksida air raksa; Air raksa; Garam-garam air raksa; Sediaan pendingin logam; Tanah yang mengandung logam; Sediaan-sediaan pengeras logam; Sediaan-sediaan pengeras logam; Metaloid; Logam alkaline; Logam tanah alkaline; Metan; Metil benzena; Metil benzol; Metil eter; Pembiakan mikro-organisme selain untuk keperluan medis dan kedokteran hewan; Sediaan-sediaan mikro-organisme selain untuk keperluan medis dan kedokteran hewan; Sediaan-sediaan kimia untuk mencegah jamur; Fermen susu untuk keperluan kimia; Asam-asam mineral; Bahan-bahan pelunak untuk reaktor nuklir; Sediaan pelembab [pembasah] untuk digunakan dalam memutihkan bahan; Sediaan pelembab [pembasah] untuk digunakan dalam pencelupan; Sediaan pelembab (pembasah) untuk digunakan dalam industri tekstil; Sediaan untuk cetak tuang; Sediaan untuk melepaskan lapuk; Pembetsa untuk logam; Bahan kimia tambahan pada bahan bakar motor; Sediaan pencetak barang tuangan; Sediaan untuk melepaskan lapuk; Lumpur pengeboran; Sediaan untuk memurnikan sari buah anggur yang tidak diragi; Naftalena; Neodimium; Noen; Neptunium; Zat untuk menetralisasi gas beracun; Nitrat uranium; Kertas nitrat; Nitrat; Asam sendawa; Nitrit monoksida; Garam bismut untuk keperluan kimia; Nitrogen; Pupuk yang mengandung nitrogen; Kapur nitrogen (pupuk); Oksida yang mengandung nitrogen; Bahan-bahan pelunak untuk reaktor nuklir; Tumor pada jaringan tanaman karena parasit, dipakai sebagai bahan penyamak; Bakterisida enologi (sediaan kimia yang dipakai dalam pembuatan anggur); semen minyak (dempul); Bahan penyebar minyak; Minyak (Bahan sintetis untuk penyerapan); Bahan kimia pemutih minyak; Bahan kimia pemurni minyak; Minyak ( Bahan tambahan kimiawi untuk –); Minyak untuk membersihkan kulit dengan sikat; Minyak untuk pengolahan kulit selama dalam pembuatan; Minyak untuk menyamak kulit; Minyak untuk pengawetan makanan; Bahan kimia pemisah minyak; Asam minyak; Oliven (sediaan-sediaan kimia); Bahan pengeruh untuk email atau kaca; Bahan kimia pemutih organik; Oksalat; Asam oksalat; Oksigen; Sediaan-sediaan kimia untuk pembuatan cat; Khlorida palladit; Bubur kertas; Lem untuk pemasangan kertas dinding; Kertas diazo; Gambut (pupuk); Pot gambut untuk hortikultura; Pektin untuk keperluan industri; Pektin untuk industri makanan; Pektin (fotografi); Perborat soda; Perkarbonat; Perkhlorat; Persulfat; Asam persulfat; Alat penabur minyak bumi; Fenol untuk keperluan industri; Komposisi untuk pembuatan piringan hitam; Sediaan-sediaan untuk membuat piringan hitam baru kembali; Fosfat (pupuk); Fosfatida; Asam fosfat; Fosfor; Bahan pencuci film; Emulsi fotografik; Kertas foto; Pemeka foto; Sediaan-sediaan kimia untuk digunakan dalam fotografi; Photo (Mengurangi agen yang digunakan); Kertas fotometrik; Piringan peka cahaya; Asam pikrat; Sediaan-sediaan kimia untuk pembuatan zat pewarna; Sediaan-sediaan pengatur pertumbuhan tanaman; Pembuatan plastik; Plastik dispersi; Plastik, tidak diolah; Plastisol; Pelat peka cahaya untuk cetakan ofset; Pelat foto; Pelat (fotografi peka cahaya-); Plutonium; Bahan penghilang politur; Polonium; Kalium karbonat; Air kalium karbonat; Kalium; Kalium dioksalat; Tepung kentang untuk keperluan industri; Pot-pot gambut untuk hortikultura; Tanah pot; Cairan kemudi servo; Praseodimium; Garam logam mulia untuk keperluan industri; Bahan pengawet tembok, kecuali cat dan minyak; Bahan pengawet beton, kecuali cat dan minyak; Bahan pengawet semen, kecuali cat dan minyak; Bahan pengawet bunga; Bahan pengawet untuk sediaan-sediaan farmasi; Bahan pengawet untuk ubin, kecuali cat dan minyak; Bahan pengawet bangunan dari batu, kecuali cat dan minyak; Garam untuk pengawetan, selain untuk bahan makanan; Zat-zat kimia untuk pengawetan bahan makanan; Pelat cetakan peka cahaya untuk ofset; Prometium; Protaktinium; Gas pelindung untuk pengelasan; Protein (bahan mentah); Prusiat; Bubur kertas; Bubur kayu; Sediaan-sediaan untuk pemurnian gas; Sediaan-sediaan pemurnian; Bahan kimia pemurni minyak; Bahan kimia pemurni air; Dempul (Tukang kaca); Asam pirogalik; Asam penyulingan kayu (cuka kayu); Kwebrako untuk keperluan industri; Bahan kimia pencuci radiator; Elemen-elemen radioaktif untuk keperluan ilmiah; Radium untuk keperluan ilmiah; Radon; Garam dari logam tanah langka; Tanah langka; Kertas pereaksi; Pereaksi kimia selain untuk keperluan medis atau kedokteran hewan; Air aki untuk mengisi kembali aki; Sediaan-sediaan untuk memperbaharui piringan hitam; Bahan reduksi untuk digunakan dala fotografi; Bahan pendingin; Sediaan-sediaan pendingin; Zat-zat untuk penghilang politur; Bahan kimia untuk membuat kulit baru kembali; Sediaan-sediaan untuk membuat piringan hitam baru kembali; Komposisi untuk perbaikan ban; Damar akrilik, belum diolah; Damar buatan, belum diolah; Damar epoksi, belum diolah; Damar sintetis, belum diolah; Renium; Garam batu; Bahan pengawet karet; Rubidium; Zat untuk mencegah robekan pada kaos kaki; Sakarin; Salmiak; Alkohol salmiak; Asam salisilat; Sendawa; Garam untuk mengawetkan, selain untuk makanan; Garam kasar; Sendawa; Garam (sediaan-sediaan kimia); Garam (rabuk); Garam untuk mewarnai logam; Garam untuk sel-sel galvanik; Garam untuk keperluan industri; Garam dari logam tanah langka; Garam dari logam alkali; Garam dari logam mulia untuk keperluan industri; Samarium; Pasir tuangan; Saus untuk mengolah tembakau; Sediaan-sediaan penghilang terak, selain untuk keperluan rumah tangga; Skandium; Air laut (untuk keperluan industri); Ganggang laut (pupuk); Asam sebasik; Bahan pengawet benih; Selen; Kertas yang otomatis memberi warna (fotografi); Kain peka untuk fotografi; Film peka yang belum terdedah; Kertas peka; Pelat fotografik peka; Film peka untuk pencetakan; Alat pemeka fotografik; Sediaan-sediaan pemisah dan pelepas; Silikat; Silikon; Silikon-silikon (dalam bentuk minyak, getah, plastik); Nitrat perak; Larutan garam perak untuk menyepuh perak; Partikel metal yang mengikat (campuran keramik untuk) [biji dan bubuk]; Lem untuk penyelesaian dan pelapisan dasar; Sediaan perekat; Sediaan-sediaan untuk penyikatan kulit; Bahan untuk penyamakan kulit, kecuali minyak; Terak (pupuk); Sediaan-sediaan kimia untuk daging asap; Sabun (metalik) untuk keperluan industri; Suda abu; Soda yang menjadi kapur; Natrium; Garam natrium (sediaan-sediaan kimia); Sediaan-sediaan pelunak air; Sediaan-sediaan pensterilan tanah; Bahan kimia solder; Fluksi patri; Gas yang didipadatkan untuk keperluan industri; Pelarut untuk pernis; Jelaga untuk keperluan industri atau pertanian; Garam sorel; Spinel (sediaan kimia); Asam garam; Asam cuka (asam asetat encer); Bahan kimia untuk membetsa email dan kaca; Bahan kimia pencegah noda untuk digunakan pada kain; Zat tepung untuk keperluan; Lem kanji (perekat selain untuk alat tulis- menulis atau keperluan rumah tangga; Lem kanji (sediaan kimia); Bahan kimia untuk mencairkan kanji (bahan pelepas lem); Asam lilin/ Asam stearat; Sediaan perapih untuk digunakan dalam pembuatan baja; Batang sel selain untuk keperluan medis atau kedokteran hewan; Zat untuk mencegah kaos kaki robek; Stronsium; Lapisan untuk penanaman tanpa tanah (pertanian); Sulfat; Sulfida; Asam sulfonat; Belerang; Asam Sulfat; Eter belerang; Asam belerang; Samak untuk digunakan dalam penyamakan; Superfosfat (pupuk); Zat kimia aktif di permukaan; Sediaan-sediaan bahan perekat untuk pembalut bedah; Pemanis buatan (sediaan kimia); Damar sintetis, belum diolah; Talk (megnesium silikat); Kulit kayu untuk bahan penyamak; Asam samiak; Asam samiak; Zat untuk menghitamkan kulit; Kulit kayu bahan penyamak; Tepung tapioka untuk keperluan industri; Karang gigi selain untuk tujuan farmasi; Asam tartarat; Teknesium; Telurium; Sediaan pengeras logam; Zat yang membantu peregangan; Terbium; Kertas-tes reaksi kimia; Tetraklorida; Bahan kimia untuk mencerahkan tekstil; Bahan kimia peresap tekstil; Bahan kimia untuk membuat tekstil kedap air; Talium; Tiokarbanilida; Torium; Komposisi untuk pemintalan benang; Tulium; Bahan pengawet genting, kecuali cat dan oli; Komposisi untuk perbaikan ban; Mastik untuk ban; Titan; Titan dioksida untuk keperluan industri; Saus tembakau; Toluena; Toluol; Perendaman untuk pemberian warna (fotografi); Garam pemberi warna (fotografi); Penetralisir gas beracun; Sediaan-sediaan unsur runutan untuk tanaman; Tragakan untuk digunakan dalam fabrikasi; Cairan transmisi; Pengisi rongga pohon (kehutanan); Sediaan-sediaan perekat untuk bahan pencangkokan pohon; Sediaan-sediaan perekat untuk bahan pencangkokan pohon; Asam wolfram; Komposisi perbaikan ban; Mastik untuk ban; Zat penghilang perekat (sediaan-sediaan kimia untuk mencairkan kanji); Sediaan-sediaan penghilang perekat; Sediaan-sediaan untuk melepaskan dan memisahkan; Uranium; Uranium oksida; Pelarut untuk pernis; Zat pendingin untuk mesin-mesin kendaraan; Bahan kimia pencegah penyakit tanaman anggur; Cuka kayu (asam suling kering kayu); Alkohol anggur; Viskosa; Vitriol; Alkali yang mudah menguap (amonia) untuk keperluan industri; Alat mempercepat vulkanisasi; Sediaan-sediaan vulkanisasi; Lem untuk ubin dinding; Lem untuk kertas dinding; Preparat pennghilang kertas dinding; Air aki untuk menyetrum kembali aki; Air sulingan; Kaca air (kaca yang dapat larut); Air berat; Bahan kimia pemurni Air; Air laut (untuk keperluan industri); Bahan kimia untuk membuat semen kedap air, kecuali cat; Bahan kimia untuk membuat kulit kedap air; Bahan kimia untuk membuat tekstil kedap air; Sediaan-sediaan pelembut air; Malam pencangkokan untuk pohon; Bahan kimia pemutih lilin; Bahan kimia pengelasan; Gas-gas pelindung untuk pengelasan; Sediaan-sediaan untuk digunakan dalam pemutihan; Sediaan-sediaan pembasah untuk digunakan dalam pencelupan; Sediaan-sediaan pembasah untuk digunakan dalam industri tekstil; Sediaan-sediaan kimia untuk pelindung terhadap panyakit tanaman gandum; Sediaan-sediaan kimia untuk mencegah penyakit jamur hangus pada gandum; Bahan kimia anti noda untuk jendela; Bahan kimia yang digunakan dalam peragian anggur; Pemurnian anggur; Witerit; Alkohol kayu; Sediaan-sediaan dari penylingan alkohol kayu; Bubur kayu; Kayu penyamak; Cuka kayu (asam suling kering kayu); Senon; Film sinar-X, dibuat peka cahaya tetapi tidak terbuka; Iterbium; Itrium; Zirkonia;

Kelas 2

Cat, pernis, lak; bahan pencegah karatan dan kelapukan kayu; bahan warna; bahan penyering; damar yang belum dioleh; logam dalam bentuk daun atau bubuk untuk keperluan melukis, dekorasi, mencetak untuk para airtis

selengkapnya : http://119.252.174.21/skm//index.php/skm/detailkelas/2

Barang/Jasa :

Bahan perekat cat; Bahan pewarna alizarin; Cat aluminium; Bubuk aluminium untuk pengecatan; Bahan pewarna anilia; Anato (zat pewarna); Anato (zat pewarna); Ban anti karat; Sediaan anti karat; Cat anti kerak; Gemuk anti karat; Minyak anti karat; Obat-obatan anti karat (untuk pengawetan); Sediaan anti kusan untuk logam; Cat asbes; Oramina; Cat pembunuh bakteri; Pasta pengisi lubang-lubang pada batu-batuan untuk patung; Balsam Kanada; Pembungkus anti karat; Pewarna untuk bir; Sediaan pengikat untuk cat; Pernis bitumen; Pernis jepang; Zat hitam (zat pewarna atau cat); Bubuk perunggu; Pernis untuk memberi warna perunggu; Cat pewarna untuk mentega; Balsem Kanada; Karamel (bahan pewarna makanan); Jelaga (pigmen); Karbonil (pengawet kayu); Zat pewarna karmin, terbuat dari serangga cochineal; Cat-cat keramik; Cat dasar untuk casis kendaraan; Lapisan penutup dasar untuk casis kendaraan; Bahan pelapis untuk penutup atap (cat); Bahan pelapis (cat); Oksid kobalt (zat pewarna); Karmin kokinel; Gandarukem; Bahan perwarna *; Bahan pewarna makanan; Bahan pewarna untuk bir; Bahan pewarna untuk minuman; Bahan pewarna untuk mentega; Bahan pewarna untuk sopi manis; Bahan pewarna malt; Kopal; Pernis kopal; Kreosot untuk pengawet kayu; Dioksida titanium (pigmen); Cat dinding yang ditipiskan dengan air; Zat warna *); Pewarna makanan; Bahan pewarna; Bahan pewarna kayu; Kayu warna; Sari kayu cat; Tanah liat sienna; Kertas untuk mewarnai telur Paskah; Emulsi perak (pigmen); Cat email; Email (pernis); Tinta ukir; Cat kedap air; Bahan pelekat untuk air; Bahan pelekat (pernis); Kertas timah logam untuk para pelukis, dekorator, pencetak dan artis; Kertas perak (lembaran); Pewarna makanan; Bahan pewarna makanan; Resin getah untuk melukis; Lapisan sepuhan emas; Glasir (cat, pernis); Pelumas anti karat; Resin getah; Lak gom; Nila (zat warna); Tinta untuk kulit; Tinta untuk perngerjaan kulit binatang; Tinta Cetak; Tinta (toner) untuk fotokopi; Tinta cap untuk hewan; Vernis Jepang hitam (cata bitumen); Pernis; Pelarut pernis; Jelaga (pigmen); Monoksid timbel; Mesin timbel; Putih timbal (timbalkarbonat basa); Tinta untuk kulit; Pembetsa untuk kulit; Bahan pewarna unruk kulit hewan; Air kapur; Pewarna untuk likeur; Monoksid timbel; Malt karamel (zat pewarna bahan makanan); Malt sebagai zat pewarna; Tinta cap untuk hewan; Mastik (damar alamiah); Lembaran logam tipis untuk pelukis, dekorator, pencetak dan seniman; Bahan logam dalam bentuk serbuk untuk pelukis, dekorator, pencetak dan seniman; Meni; Pembetsa *; Bahan penyering untuk kulit; Minyak anti karat; Minyak untuk pengawetan kayu; Monoksid timbel; Oksida seng; Tambalan cat yang dapat reposisi; Cat-cat; Cat anti kerak; Cat pemusnah bakteri; Cat keramik; Cat email; Cat tahan api; Bahan pengental cat; Bahan pencair cat; Kertas untuk mewarnai telur Paskah; Pasta untuk menggosok perak; Mesin fotokopi (Cartridge toner, diisi, untuk pencetak dan-); Zat-zat pewarna; Bubuk aluminium untuk pelukis, artis dan dekorator; Bubuk perunggu (cat); Logam dalam bentuk bubuk untuk pelukis, dekorator, pencetak dan artis; Bubuk untuk sepuh perak; Bahan pengawet kayu; Cat dasar; Toner dan kartrid [terisi] untuk pencetak (printer) dan mesin fotokopi; Pasta cetak (tinta); Bahan campuran untuk mesin cetak (tinta); Tinta cetak; Sediaan-sediaan pelindung untuk logam; Meni (- timbel); Damar karet, belum diolah; Damar alam (mentah); Safron (pewarna); Damar yang diambil dari pohon sandarak; Sirlak; Cat sepatu; Zat pengering (bahan pengering) untuk cat; Tanah siena; Emulsi perak (pigmen); Lembaran perak (daun); Pasta pembersih perak; Bubuk untuk sepuh perak; Tinta untuk pengerjaan kulit binatang; Jelaga (Pewarna); Bahan cat untuk kulit; Bahan cat untuk kayu; Samak untuk digunakan dalam pernis; Bahan pelapis untuk bulu kempa dibubuhi ter (cat); Pengental cat; Pengencer lak; Pengencer cat; Tinta dioksida (pigmen); Kartrid toner [terisi] untuk pencetak (printer) dan mesin fotokopi; Toner [tinta] untuk mesin fotokopi; Bubuk kunyit (pewarna); Likuid/cair berwarna dengan bau yang kuat digunakan sebagai thiner pada cat (sebagai penipis/pengencer dalam bentuk cat minyak); Cat dasar untuk casis kendaraan; Lapis penutup pelindung casis kendaraan; Pernis; Cat dasar untuk casis kendaraan; Lapis penutup pelindung casis kendaraan; Air kapur; Zat pelekat untuk cat air; Zat pelekat untuk cat air; Karbonat timbel; Cat putih (pewarna atau cat); Cairan kapur; Pelapisan kayu (cat); Kayu pewarna; Kayu pewarna; Bahan pembetsa kayu; Minyak untuk mengawetkan kayu; Minyak pengawet kayu; Pengawet kayu; Noda kayu; Kayu kuning (pewarna); Seng oksida (pigmen);

Kelas 3

Sediaan-sediaan untuk memutihkan dan mencuci; sediaan-sediaan untuk membersihkan, mengkilatkan, membuang lemak; sabun, wangi-wangian, minyak sari, kosmetik, minyak rambut; bahan-bahan pemeliharaan gigi

selengkapnya : http://119.252.174.21/skm//index.php/skm/detailkelas/3

Barang/Jasa :

Kain ampelas; Kertas amplas; Bahan kikis *; Perekat untuk menempelkan rambut-rambut palsu; Bahan perekat untuk keperluan kosmetik; Losion untuk dipakai setelah bercukur; Udara (mengawetkan dengan tekanan udara -) untuk tujuan pembersihan dan penghapusan debu; sediaan alkali; Alkali atsiri (amoniak) (deterjen); Emulsi minyak badam untuk keperluan kosmetik; Minyak badam; Sabun badam; Sediaan lidah buaya untuk keperluan kosmetik; Batu tawas (astrigen); Amber (wangi-wangian); Amoniak (alkali atsiri) (detergen); Sabun anti keringat; Anti keringat (pembersih badan); Sediaan anti listrik statis untuk keperluan rumah tangga; Aromatik (biang minyak); Abu gunung api untuk pembersih; Astrigen untuk keperluan kosmetik; Sari buah badian; Balsem selain untuk keperluan medis; Kulit kayu quilaia untuk mencuci; Garam untuk mandi berendam bukan untuk keperluan medis; Ramuan kosmetik untuk mandi berendam; Bahan pewarna janggut; Masker kecantikan; Minyak bergamot; Penyedap rasa dan aroma, untuk minuman (minyak-minyak sari); Sediaan pemucat kulit binatang; Sediaan pemutih (cucian); Sediaan pemutih (pengawa warna) untuk keperluan kosmetik; Garam pemutih; Soda pemutih; Belau cucian; Belau untuk cucian; Belau untuk cucian; Semir sepatu bot; Semir sepatu bot; Semprotran penyegar napas; Kepingan penyegar napas; Sediaan kimia untuk mencemerlangkan warna untuk keperluan rumah tangga (cucian); Penyedap rasa dan aroma kue (minyak sari); Sabun mandi; Pengawetan dengan tekanan udara untuk tujuan pembersihan dan penghilangan debu; Karbid logam (bahan penggosok); Minyak essensial dari kayu cedar; Kapur pembersih; Minyak essensial limau; Kapur pembersih; Sediaan-sediaan untuk membersihkan gigi palsu; Sediaan-sediaan pembersih; Susu pembersih untuk keperlauan merias diri; Pakaian yang diresapi dengan deterjen untuk membersihkan; Lilin tukang sepatu; Bahan pewarna untuk keperluan hias rias; Bahan kimia penyemarak warna untuk keperluan rumah tangga (cucian); Sediaan panghilang warna; Bahan kimia penyemarak warna untuk keperluan rumah tangga (cucian); Sediaan penghilang warna; Korundum (bahan penggosok); Kotak kosmetik; Ramuan kosmetik untuk melangsingkan; Kosmetik-kosmetik; Kosmetik untuk hewan; Batang kapas untuk untuk keperluan kosmetik; Kapas untuk keperluan kosmetik; Krem kosmetik; Krem pemutih kulit; Krem untuk kulit hewan; Pengawat lemak selain untuk digunakan dalam proses fabrikasi; Jel pemutih gigi; Obat gosok gigi; Obat gosok gigi; Sediaan-sediaan untuk membersihkan gigi palsu; Sabun deodoran; Deodoran untuk manusia atau untuk biantang; Deodoran untuk binatang peliharaan; Obat penghilang bulu; Sediaan obat penghilang bulu; Deterjen selain untuk fabrikasi dan untuk keperluan medis pemakaian dalam kegiatan; Diamantin (bahan penggosok); Sabun pembasmi kuman; Sediaan semprotan untuk kesehatan pribadi atau tujuan deodoran [alat kecantikan]; Sampo kering; Sediaann pembersihan-kering; Bahan pengering untuk mesin pencuci piring; Pewarna kosmetik; Minyak kolonyo; Amaril; Lenan ampelas; Kertas ampelas; Esens yang mudah menguap; Minyak essendial; Esend yang mudah menguap; Minyak yang mudah menguap; Ekstrak bunga (minyak wangi); Kosmetik alis; Pensil alis; Lem untuk merekat bulu mata palsu; Sediaan kosmetik untuk bulu mata; Bulu mata palsu; Pelembut kain (untuk kegunaan cucian); Bulu mata palsu; Perekat untuk menempelkan rambut palsu; Kuku palsu; Penyedap rasa/aroma pada minuman (minyak essensial); Penyedap rasa/aroma untuk minuman (minyak essensial); Penyedap rasa/aroma untuk kue (minyak essensial); Malam untuk lantai; Sediaan penggosok penghilang malam lantai; Lantai (cairan yang tidak licin untuk–); Lantai (malam yang tidak licin untuk–); Bahan dasar untuk minyak wangi bunga; Ekstrak kembang (minyak wangi); Sabun untuk kaki berkeringat; Sediaan fumigasi (parfum); Sediaan-sediaan penggosok; Minyak gaulteria; Jel (pemutih gigi –); Geraniol; Kain pembersih kaca; Kertas ampelas; Bahan pengkilap cucian; Lemak untuk keperluan kosmetik; Sediaan-sediaan untuk mengasah; Bahan pewarna rambut; Bahan pengecat rambut; Losion rambut; Semprot rambut; Sediaan pengeriting rambut; Heliotropin; Hidrogen peroksida untuk keperluan kosmetik; Kalium hipoklorida; Dupa, menyan; Ionon (minyak wangi); Minyak melati; Air javel; Vaselin untuk keperluan kosmetik; Serbuk halus berwarna merah jambu untuk bahan pembersih; Tongkat joss; Kotak perlengkapan kosmetik; Sediaan penghilang pernis; Pemutih cucian; Blau cucian; Pengkilap cucian; Sediaan untuk cucian; Sediaan perendam cucian; Kanji cucian; Lilin cucian; Minyak lavender; Air lavender; Sediaan untuk pemutih kulit hewan; Krim untuk kulit hewan; Bahan pengawet kulit (bahan pengkilap); Daun tumbuhan (Preparat untuk membuat mengkilap — ); Minyak essensial dari jeruk lemon; Kantong kecil berisi wangi-wangian pewangi linen; Lip gloss; Gincu pemerah bibir; Cairan untuk lantai (tidak licin –); Losion untuk keperluan kosmetik; Kertas tissue diserapi dengan losion kosmetik; Bahan-bahan/alat-alat berhias; Bedak untuk rias muka; Sediaan rias muka; Sediaan untuk pembersih rias muka; Celak; Masker kecantikan; Gel pijat selain untuk keperluan medis; Sabun yang mengandung obat; Susu pembersih untuk keperluan kecantikan; Esens pepermin (minyak esensial); Pepermin untuk bahan pewangi; Malam untuk kumis; Obat kumur bukan untuk keperluan medis; Kasturi (wangi-wangian); Malam untuk kumis; Stiker seni kuku; Sediaan-sediaan pemeliharaan kuku; Cat kuku; Cat kuku; Kuku palsu; Zat untuk netralisasi pengeritingan rambut; Cairan tidal licin untuk lantai; Malam tidak licin untuk lantai; Minyak terpentin untuk menghilangkan lemak; Minyak untuk keperluan pembersihan; Minyak untuk keperluan kosmetik; Minyak untuk minyak dan wangi-wangian; Minyak untuk keperluan kebersihan badan; Sediaan-sediaan pengelupas cat; Malam untuk lantai parket; Pasta untuk kulit pengasah pisau cukur; Pinsil kosmetik; Pinsil alis; Wangi-wangian; Minyak wangi; Zat penetralisir untuk pengeritingan rambut; Vaselin untuk keperluan kosmetik; Sampo untuk binatang piaraan; Tumbuhan (Preparat untuk mengkilapkan daun-­); Obat penggosok untuk perabot dan lantai; Obat penggosok gigi palsu; Krem penggosok; Kertas penggosok; Sediaan-sediaan penggosok; Bubuk poles; Batu poles; Lilin penggosok; Pemade untuk keperluan kosmetik; Campuran bungan kering dengan rempah- rempah (wewangian); Bedak rias; Bahan pengawet kulit (penggosok); Batu apung; Kulit kayu kwilaia untuk mencuci; Pasta untuk kulit pengasah pisau cukur; Sediaan penggosok penghilang malam lantai; Minyak mawar; Serbuk halus berwarna merah jambu untuk penggosok; Sediaan-sediaan penghilang karat; Kantong-kantong pewangi kain linen; Safrol; Kain penggosok; Kertas ampelas; Sediaan-sediaan untuk menghilangkan terak untuk keperluan rumah tangga; Air wangi; Kayu wangi; Larutan penggosok; Sampo; Shampo untuk binatang piaraan; Sediaan-sediaan pengasah; Sediaan-sediaan untuk mencukur janggut; Sabun cukur; Batu cukur (astrigen); Sediaan-sediaan untuk mengkilapkan (semir); Mengkilatkan (Preparat untuk membuat daunan tumbuhan — ); Krem sepatu; Semir sepatu bot; Malam sepatu; Malam pembuat sepatu; Karbid silikon (bahan penggosok); Sediaan-sediaan kosmetik untuk perawatan kulit; Krem pemutih kulit; Sediaan-sediaan kosmetik untuk keperluan pelangsingan; Sediaan-sediaan pelicin (kanji); Batu penghalus; Sediaan-sediaan untuk peredam cucian; Sabun; Sabun anti keringat; Sabun mandi; Sabun penghilang bau badan; Sabun pembasmi kuman; Sabun untuk mencerahkan tekstil; Sebun untuk keringat kaki; Soda pemutih; Lindi natron; Pelembut kain (untuk kegunaan cucian); Semprotan penyegar napas; Obat penghilang noda; Kanji untuk keperluan cucian; Kanji untuk keperluan mengkilapkan pakaian; Kepingan penyegar napas; Sediaan pelindung terhadap sinar matahari; Sediaan-sediaan untuk berjemur badan (kosmetik); Kapas Pembersih (alat kecantikan); Malam tukang jahit; Bedak talk untuk keperluan kebersihan badan; Terpenes (minyak sari); Kertas tissue diresapi dengan losion kosmetik; Minyak kolonyo; Alat rias/pembersih badan; Hiasan dekoratif untuk keperluan kosmetik; Batu tripoli untuk menggosok; Terpentin untuk menghilangkan lemak; Saluran pipa yang tidak diblok (Sediaan untuk -); Cat kuku; Sediaan-sediaan penghilang pernis; Alkali yang mudah menguap (amonia) (deterjen); Abu gunung api untuk pembersih; Sediaan-sediaan pembersih kertas dinding; Sediaan-sediaan pencuci; Soda pencuci, untuk membersihkan; Sediaan-sediaan pengeriting untuk rambut; Malam tukang sepatu; Malam penghilang rambut; Malam untuk lantai (Tidak licin –); Malam binatu; Malam kumis; Malam lantai parket; Malam pemoles; Malam tukang jahit; Malam untuk kulit; Krem untuk pemutihan kulit; Bubuk kapur halus; Cairan pembersih kaca depan mobil; Cairan pembersih kaca depan mobil;

dan seterusnya sampai terakhir :

Kelas 45

Jasa hukum; jasa keamanan untuk perlindungan bangunan dan individu

selengkapnya : http://119.252.174.21/skm//index.php/skm/detailkelas/45

Barang/Jasa :

Jasa agen pengadopsian; Jasa resolusi alternatif perselisihan; Jasa arbitrase; Penitipan anak; Pemeriksaan bagasi untuk keperluan keamanan; Pengawalan pribadi; Wanita pengawal; Penyewaan pakaian; Lisensi perangkat lunak komputer [pelayanan hukum]; Konsultasi keamanan; Konsultasi [keamanan]; Manajemen hak cipta; Jasa krematorium; Jasa-jasa penyediaan teman kencan; Agen detektif; Pendaftaran nama domain [pelayanan hukum]; Pengawalan untuk keperluan sosial; Penyewaan gaun malam; Penyewaan alarm kebakaran; Penyewaan alat pemadam api; Pemadam kebakaran; Pemakaman; Penelitian silsilah; Pengawalan; Pengawal malam; Horoskop; Tempat pemakaman; Pemeriksaan bagasi untuk keperluan keamanan; Pemeriksaan pabrik untuk keamanan; Konsultasi HKI; Jasa lisensi HKI; Jasa pengawasan HKI; Penyelidikan untuk orang hilang; Penyelidikan latar belakang perorangan; Penelitian hukum; Jasa lisensi perangkat lunak komputer; Lisensi HKI; Penasehat hukum; Kunci keamanan; Pengembalian biaya keuangan; Menejemen hak cipta; Agen pernikahan; Mediasi; Investigasi untuk orang hilang; Alarm pengawas pencurian dan keamanan; Pengawal malam; Kunci keamanan; Pengelolaan pertemuan keagamaan; Jasa penyidikan; Jasa pengawalan pribadi; Konsultasi keamanan; Perencanaan dan pengaturan upacara pernikahan; Pendaftaran nama domain [pelayanan hukum]; Penyewaan alarm kebakaran; Penyewaan alat pemadam api; Penyewaan keamanan; Keamanan (penyewaan -); Jasa penyelamat [pengawas pabrik]; Konsultasi keamanan; Perusahaan pemakaman;

PTUN Tunda SK Menkumham, SDA Tetap Ketum PPP, Romy Sekjen

Posted on | November 10, 2014 | Comments Off

Ahmad Yani. Foto: istimewa

JAKARTA - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) akhirnya mengeluarkan putusan provisi sela yang memerintahkan Menteri Hukum dan HAM menunda pelaksanaan SK-nya nomor M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014, tentang Pengesahan Perubahan Struktur Kepengurusan DPP PPP.

Hal itu dikatakan politikus PPP, Ahmad Yani kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/11). “Pengadilan Tata Usaha Negara sudah mengeluarkan putusan provisi sela,” kata Ahmad Yani.

Keluarnya putusan sela Hakim PTUN tersebut sebagai jawaban atas permohonan yang diajukan oleh Suryadharma Ali, sekaligus menggugat SK Menkumham Yasonna Laoly yang mengesahkan kepengurusan PPP Romahurmuziy (Romi) hasil Muktamar VIII PPP Surabaya, 15-18 Oktober 2014.

“Konsekuensi dari putusan itu adalah penundaan pemberlakuan SK Kemenkumham yang mengesahkan kepengurusan Romi sampai PTUN mengeluarkan putusan akhir yang berkekuatan hukum tetap,” jelasnya.

Putusan tersebut menurut Ahmad Yani juga membawa konsekuensi terhadap susunan kepengurusan PPP berada dalam status quo. “Balik lagi ke keadaan seperti sediakala. Suryadharma Ali sebagai Ketua Umum dan Romi sebagai Sekretaris Jenderal,” ujarnya.

Keadaan ini akan berubah tergantung keputusan akhir PTUN nantinya, apakah memenangkan kubu Suryadharma atau menguntungkan kubu Romi. “Jadi, posisinya sekarang menjadi status quo,” pungkasnya

sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/08/268636/PTUN-Tunda-SK-Menkumham,-SDA-Tetap-Ketum-PPP,-Romy-Sekjen-

Surat LBH Keadilan Hukum Masyarakat Indonesia – 27 Oktober 2014 : Mohon Perlindungan Hukum dan Keadilan serta Hak Asasi Manusia atas Surat Jawaban Badan Pengawasan MA RI terhadap Surat Sekjen Komisi Yudisial RI

Posted on | October 27, 2014 | Comments Off

Surat LBH Keadilan Hukum Masyarakat Indonesia – 27 Oktober 2014 :

Mohon Perlindungan Hukum dan Keadilan serta Hak Asasi Manusia atas Surat Jawaban Badan Pengawasan MA RI terhadap Surat Sekjen Komisi Yudisial RI

Surat Jawaban Badan Pengawasan MA RI tersebut bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 101/PUU-VII/2009 tanggal 30 Desember 2009

Sebelumnya telah adanya RUU Advokat yang sedang diproses oleh Pansus DPR RI masa bhakti 2009 -2014, namun ditunda pengesahannya

Bersama ini Kami LBH KHMI Pusat mengharapkan demi supremasi hukum atas Putusan Mahkamah Konstitusi No. 101/PUU-VII/2009 tanggal 30 Desember 2009 maka diharapkan Mahkamah Agung RI dapat melaksanakan Putusan tersebut atau dilakukan perubahan Undang-Undang Advokat

Microsoft Word - 037 -27 Oktober 2014 - sumpah PT

 

download suratnya dapat klik gambarnya atau disini

www.LBHKHMI.com

Diharapkan kepada setiap Advokat KAI Penjuang, siapkan surat dan ditujukan ke Presiden, Menteri Hukum dan HAM RI, dan Ketua Komisi II DPR RI untuk mendesak Pemerintah dan DPR RI melanjutkan pengesahan RUU Advokat dan mendesak MA untuk memberikan BAS kepada Advokat KAI.
Hanya Kop Surat masing-masing (organisasi atau pribadi) dan bermodalkan 3 perangko @ 4000 serta fotokopi, kenapa harus takut berjuang dan bisa promosi gratis sekaligus untuk kantor pribadi atau organisasinya.
Untuk konsep surat saya lampirkan filenya dibahwa ini tinggal disesuaikan oleh Anda, Para Advokat KAI


file dalam bentuk PDF dapat di download disini :http://www.4shared.com/office/kM65Qp8Tce/037_-27_Oktober_2014_-_sumpah_.html

file dalam bentuk WORD dapat di download disini :
http://www.4shared.com/office/L-pD7caIba/037_-27_Oktober_2014_-_sumpah_.html

VISUAL No. 274 – Tahun ke-16 – 20 Okt – 3 Nop 2014

Posted on | October 26, 2014 | Comments Off

visual1

visual2

visualktr

visualredaksi1 visualredaksi2

 

keep looking »
  • UserOnline

    1 User Browsing This Page.
    Users: 1 Guest
  • hitwebcounter

  • Peta Kantor :

  • Archives