Budiman | Advokat | Pengacara | LBH

Ikadin Siap Kawal Pembahasan RUU Advokat

Posted on | September 21, 2014 | Comments Off

RMOL. Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) akan terus mengawal pembahasan RUU Advokat, hingga disahkan menjadi UU oleh DPR.

“Selasa (23/9)akan ada seminar yang akan dihadiri pihak Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dan Kemenkumham,” kata Ketua Pelaksana Acara Ikadin, Agung Sri Purnomo di Jakarta.

Agung menuturkan, beberapa organisasi advokat selain PERADI akan hadir dalam seminar yang mengusung tema “Menyongsong UU Advokad baru” di Hotel Peninsula Slipi, tersebut.

“Kami usung tema itu karena kami optimis UU Advokat baru akan disahkan dan menyelesaiakan konflik yang selama ini terjadi di dunia advokat, bahkan hasil seminar akan di sampaikan ke DPR juga,” ujarnya.

Agung juga mengatakan, segala persoalan advolat baik mengenai sumpah jabatan advokat, organisasi dan lainnya sudah diakomodir UU yang baru.

“UU Advokat ini harus disahkan karena ini adalah inisiatif DPR, kalau ini tidak disahkan DPR yang akan malu adalah DPR sendiri,” jelasnya.

DPR, lanjut Agung sudah menggunakan keuangan negara untuk membahas UU Advokat, mulai dari studi banding ke luar negeri seperti AS, Rusia, Jepang dan negara eropa.

“Selain kunjungan kerja(kunker) keluar negeri, DPR kan juga sudah lakukan kunker ke daerah-daerah untuk menyerap aspirasi dan mengundang pakar-pakar hukum untuk melakukan RDP, sehingga tidak ada alasan untuk membatalkannya,” paparnya.

Di samping itu semua, fakta di lapangan banyak advokat di luar PERDI yang sering dipermasalahkan dalam menjalankan profesinya terutama advokat dari KAI dan itu jumlahnya ribuan.

“Akibat belum disahkannya UU Advokat maka banyak advokat yang tidak bisa menjalankan tugas mereka, sehingga masyarakat yang mencari keadilan juga terhambat,” ungkapnya.

Sementara, ketua Ikadin Riau, Zahirman Zabir mengaku siap mengawal pembahasan RUU Advokat bersama perwakilan Ikadin daerah lainnya. Menurut Zahirman, ketentuan wadah tunggal (single bar) bertentangan dengan prinsip negara RI.

“Wartawan saja organisasinya banyak tapi tidak ada masalah kok, kenapa kita harus alergi dengan sistim multi bar?” cetusnya.

sumber : http://politik.rmol.co/read/2014/09/21/172847/Ikadin-Siap-Kawal-Pembahasan-RUU-Advokat-

SHARE INFO : RUU ADVOKAT

Posted on | September 20, 2014 | Comments Off

SHARE INFO : RUU ADVOKAT
Kepada Rekan2 ,Tokoh dan Senior Advokat se-Indonesia:
dengan ini saya beritakan tentang RUU Advokat, Karena baru saja saya menerima telepon dari Ketua Pansus RUU Advokat sehubungan saya SMS ke ybs. Penjelasan Pak Suding sbb :
1) Bahwa TDK BENAR Fraksi HANURA menolak RUU Advokat.
2) TDK Benar Pak Suding menghambat pembahsan RUU Advokat.
3) TDK Benar P Suding Sebagai KETUA PANSUS RUU ADVOKAT menyatakan RUU tersebut tidak bisa dan TDK masuk/tidak Dapat disahkan pada masa sidang DPR saat ini.(sebagaimana Berita Hukum Online yang di dengung2kan oleh berbagai pihak).

YANG BENAR dari penjelasan Beliau sbb:
1) Pak Suding Sebagai Ketua Pansus yang Juga Ketua Fraksi HANURA tetap komit membahas RUU tersebut, semuanya bisa/tdknya adalah tergantung perkembanagan pembahasannya dengan Anggota Pansus dan Pemerintah, yang selama ini MEMANG ALOT pembahasannya, karena Pemerintah meminta pendalaman menyeluruh dengan banyak DIM.
2).Jadwal pembahasan tdk bs Senin, tp Selasa﹑Rabu dst, karena Senin Anggota Komisi-III ada Kunjumgan Ke Batam n daerah lain. Selasa yg ada Paripurna dan yang tadinya anggota Panja pada TDK mau mbahas, pun Pak Suding tetap minta dijadwalkan setelah Paripurna.jd siang stlah jam 13.oo.
3).Pak Suding/HANURA tetap konsisten bahas RUU ADVOKAT dan TDK masuk angin/tdk menerima sesuatu dari pihak yang MENOLAK RANCANGAN UNDANG-UNDANG ADVOKAT tsb.
4) Banyak pihak yang mau menghadap Beliau-pun ditolak Kalau secara Pribadi. Dengan penjelasan ini MHN Rekan2 TDK Termakan berita NEGATIP ya, dan saya berharap Rekan2 Advokat TDK menilai negatif/miring terhadap Pak Suding Sebagai Ketua Pansun dan Ka Fraksi HANURA. HARNURA takkan KHIANAT, hidup mati bersama RAKYAT. Tks. wass.

Sumber : 

Dr.H.TEGUH SAMUDERA,SH,MH

 

32863-small-teguh-samudera

Beliau salah satu Ketua DPP Partai HANURA

AMY Yakin RUU Advokat Dapat Disetujui Jadi UU

Posted on | September 20, 2014 | Comments Off

Sejumlah organisasi advokat yang tergabung dalam Advokat Muda Yogyakarta meyakini Rancangan Undang-Undang tentang Advokat mampu disahkan sebelum masa jabatan DPR RI periode 2009-2014 berakhir per 1 Oktober 2014.

Komisioner Advokat Muda Yogyakarta (AMY), Taufiqurrahman kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat, mengatakan optimistis advokat muda di Yogyakarta terhadap kemungkinan disahkannya RUU Advokat didasarkan pada sejumlah proses yang telah dilalui, sehingga saat ini telah masuk Badan Legislasi (Baleg) DPR.

“Telah masuk tim terakhir untuk pengesahan RUU Advokat, sehingga kami yakin sebelum tanggal 30 September sudah diketok,” ucap Taufiqurrahman.

Ia menilai pembahasan RUU Advokat sudah cukup matang karena telah melalui kajian berbagai pakar hukum, akademisi, serta telah melalui evaluasi DPR di tingkat provinsi.

“Pembahasan RUU tersebut telah melalui beberapa kali seminar yang juga melibatkan banyak pakar yang sebagian besar menggambarkan kebutuhan atas UU Advokat baru,” tutur dia.

Sementara itu, menurut dia, apabila RUU tersebut pada akhirnya batal diratifikasi pada masa jabatan DPR RI periode saat ini maka dikhawatirkan kemelut yang terjadi di tubuh advokat Indonesia pascadiundangkannya UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Advokat akan terus berlanjut.

“Tentu kalau pada periode (DPR) ini belum dapat disahkan, maka akan kembali mulai dari awal lagi,” kata dia.

Taufiqurrahman mengatakan, keberadaan UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Advokat saat ini telah memunculkan polemik serta ketidakpastian hukum di kalangan advokat. Ia mencontohkan, hingga saat ini banyak advokat yang terhalang menjalankan profesinya karena dipersulit dalam proses pengambilan sumpah advokat.

“Di DIY khususnya ada lebih dari 1.000 advokat terhalang menjalankan provesinya, karena Mahkamah Agung (MA) serta Pengadilan Tinggi RI tidak mau melaksanakan tugasnya untuk mengambil sumpah advokat baru,” tutur.

Sementara itu, komisioner AMY dari DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI), Layung Purnomo menambahkan, UU Advokat yang ada saat ini tidak sesuai lagi dengan kebutuhan advokat serta masyarakat pencari keadilan.

Hal itu mengingat saat ini hanya terdapat tiga organisasi advokat yang secara “de jure” diakui dalam keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 101 Tahun 2009 yakni Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Kongres Advokat Indonesia (KAI), dan Persatuan Advokat Indonesia (Peradin).

“Sementara saat ini ada lebih dari 12 organisasi advokat di Indonesia,” kata Layung.

sumber : http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt541c0174c7293/amy-yakin-ruu-advokat-dapat-disetujui-jadi-uu

Adnan Buyung: Otto Lupa Hakikat Profesi Advokat

Posted on | September 16, 2014 | Comments Off

nas-20140915225045-adnanbuyung

Jakarta (Antara) – Honorary Chairman Kongres Advokat Indonesia (KAI) Adnan Buyung Nasution menilai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan lupa akan hakikat profesi advokat yang sesungguhnya.

“Dia saya didik, saya besarkan untuk jadi advokat yang benar. Tapi ketika dia sudah menjadi advokat dia lupa bahwa intisari menjadi advokat adalah menolong sesama tanpa pamrih,” ujar Adnan di Jakarta, Senin.

Adnan menyesalkan tindakan anak didiknya itu yang menolak RUU Advokat dan ingin terus mempertahankan sistem “single bar” atau wadah tunggal melalui Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang dipimpinnya.

Menurut Adnan, hakikat profesi advokat yaitu memberikan bantuan hukum, membela orang yang menderita dan tertindas karena dirinya menjadi korban dari masalah masyarakat atau sistem sosial. Dengan pemahaman tersebut harusnya setiap advokat mengutamakan perjuangan bagi tegaknya kebenaran dan keadilan, bukan mengutamakan uang yang diperoleh dari proses pembelaan hukum tersebut.

Adnan menilai tindakan Otto dilatarbelakangi kepentingan materi atau uang dan keinginannya untuk terus menjabat dan berkuasa di organisasi yang merupakan wadah tunggal bagi seluruh advokat Indonesia tersebut.

“Janganlah sampai timbul sikap otoriter itu. Jangan tumbuhkan rasa egoisme hanya karena dia ingin berkuasa terus-menerus,” tutur Adnan

Sebelumnya Otto Hasibuan menyatakan menolak pengesahan RUU Advokat karena dinilai merugikan bukan hanya advokat tapi bangsa Indonesia.

Salah satu yang merugikan, menurut Otto, bahwa dalam RUU tersebut posisi advokat akan ada di bawah kendali pemerintah melalui pembentukan Dewan Advokat Nasional (DAN).

“Kami tidak akan berani lagi membela rakyat melawan pemerintah karena izin kami bisa dicabut,” ujarnya di Jakarta, Rabu (10/9).

Pihak DPR mengisyaratkan akan tetap mengesahkan RUU Advokat yang dibuat untuk menggantikan UU Nomor 18 Tahun 2003 tersebut.

“Sembilan fraksi di DPR sudah menyetujui pengesahan RUU Advokat itu menjadi UU sebelum akhir masa bakti DPR pada awal Oktober,” ujar anggota Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk RUU Advokat Nudirman Munir, Jakarta, Selasa (9/9)

sumber : https://id.berita.yahoo.com/adnan-buyung-otto-lupa-hakikat-profesi-advokat-153005710.html

RUU Advokat, Buyung sebut Otto Hasibuan bak kacang lupa kulit

Posted on | September 15, 2014 | Comments Off

ABN

Merdeka.com – Advokat senior Adnan Buyung Nasution menyebut Otto Hasibuan sebagai salah satu murid yang seperti kacang lupa kulitnya. Menurut Buyung, Otto telah melupakan hakikat dasar perjuangan seorang advokat dan cita-cita bersama mereka.

“Otto Hasibuan itu murid saya, ia tampil sebagai advokat dari kantor saya, sama seperti Todung (Mulya Lubis) ini, tapi ia lupa pada cita-cita bersama, ya ibarat kacang lupa pada kulitnya,” katanya dalam konferensi pers mendukung pengesahan RUU Advokat oleh Kongres Advokat Indonesia (KAI) di Hotel Sultan Jakarta, Senin, (15/9).

Selain itu, advokat senior OC Kaligis juga menilai bahwa Otto Hasibuan adalah sosok otoriter karena berupaya mempertahankan single bar (wadah tunggal) organisasi advokat.

“Otto Hasibuan itu memang otoriter karena ada duit dari PKPA (Penyelenggara Khusus Pendidikan Advokat),” tuding Kaligis.

Lebih jauh, menurut Kaligis, orang-orang yang turun ke jalan menolak pengesahan RUU Advokat karena mereka menerima duit.

“Ketika mereka turun ke jalan menolak RUU Advokat itu karena duit, mereka bukan menolak multibar, tapi itu karena ada duitnya,” tuding Kaligis lagi.

sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/ruu-advokat-buyung-sebut-otto-hasibuan-bak-kacang-lupa-kulit.html

 

 

Pengesahan RUU Advokat Akan Meningkatkan Kualitas dan Pelayanan

Posted on | September 15, 2014 | Comments Off

Pengesahan RUU Advokat Akan Meningkatkan Kualitas dan Pelayanan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Advokat Todung Mulya Lubismenyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) advokat untuk disahkan secepatnya oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Todung mengaku rencana untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang advokat telah berlangsung selama empat tahun. Ia berharap kekisruhan di dunia advokat Indonesia bisa diselesaikan dengan disahkannya RUU tersebut.

Menurut Todung, pengesahaan RUU Advokat itu akan mengakomodasi kepentingan-kepentingan advokat-advokat muda di Indonesia. Pengesahan RUU ini justru akan membantu advokat-advokat muda dalam berkompetisi secara sehat.

“Jangan biarkan advokat-advokat muda tidak bisa memberikan layanan keadilan terhadap klien, dan jangan biarkan mereka tidak bisa mencari nafkah karena itu hak azazi mereka,”ujar Todung di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2014) siang.

Lebih lanjut, Todung menegaskan setiap advokat mendapat hak dan perlindungan yang sama dalam payung hukum. Adanya undang-undang yang baru dinilai akan menguatkan tentang kedudukan advokat.

“Mari kita berkompetisi dengan sehat, karena dengan kompetisi itu kualitas dan pelayanan advokat itu ditingkatkan,”jelas Todung.

Sebelumnya Kongres Advokat Indonesia (KAI) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Advokat. Menurut KAI, RUU advokat akan membuat advokat lebih profesional dan bermartabat.

sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2014/09/15/pengesahan-ruu-advokat-akan-meningkatkan-kualitas-dan-pelayanan

Pengacara Senior Dukung RUU Advokat Disahkan

Posted on | September 15, 2014 | Comments Off

JAKARTA – Sejumlah advokat senior seperti Adnan Buyung Nasution, OC Kaligis, Todung Mulya Lubis, TjoeTjoe S. Hernanto  dan Frans H Winarta mendukung DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Advokat menjadi Undang-undang.

Frans H Winarta menyatakan disahkannya RUU itu akan mampu menggeser oligarki wadah tunggal atau single bar organisasi advokat selama ini. Dia mengatakan dengan sistem wadah tunggal, mafia hukum akan semakin parah, sistemik dan endemik.

“Maka harus kita ubah. Seperti istilah pemerintah sekarang Revolusi Mental maka kita dengan RUU Advokat ini,” ujarnya dalam jumpa pers di sebuah hotel di Jakarta, Senin (15/9).

Ia menilai wadah tunggal seperti yang diatur dalam UU Advokat lama merupakan bentukan rezim Orde Baru sebagai alat membungkam daya kritis para advokat.

“Wadah tunggal adalah ide Pak Harto, dia mengawasi organisasi Advokat karena para Advokat sering mengkritik Perpres-perpres yang ada waktu itu,” paparnya.

Sedangkan Todung Mulya Lubis mengatakan, dengan disahkannya RUU Advokat tersebut akan tercipta banyak ruang-ruang atau multi bar, sekaligus menciptakan daya kompetisi yang sehat antar organisasi Advokat.

“Dulu organisasi pers kan cuma ada PWI, sekarang berkembang ada AJI. Begitu pula dengan Advokat, tidak bisa hanya satu wadah,” paparnya.

Dia mengatakan dengan multi wadah ini, diharapkan ada persaingan yang sehat dan ada standarisasi yang jelas.

sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/09/15/257930/Pengacara-Senior-Dukung-RUU-Advokat-Disahkan-

Buyung Desak DPR Segera Sahkan RUU Advokat

Posted on | September 15, 2014 | Comments Off

Buyung Desak DPR Segera Sahkan RUU Advokat  

TEMPO.CO, Jakarta – Pengacara senior, Adnan Buyung Nasution, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Advokat. Menurut dia, pengesahan itu akan membuat organisasi advokat di Indonesia menjadi multibar atau banyak organisasi, tak lagi berpayung pada Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) seperti sekarang ini.

“Dengan konsep multibar ini advokat akan berkembang,” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Senin, 15 September 2014. (Baca: Peradi: RUU Advokat Akan Lemahkan Keadilan)

Pendapat itu diamini oleh advokat, Todung Mulya Lubis. Menurut dia, sistem multibar sudah pernah diterapkan sebelum ada Peradi. Saat multibar tersebut dipakai tak ada masalah atau kisruh di antara organisasi advokat seperti yang terjadi sekarang. “Jadi, jangan takut,” ujarnya. Negara lain, seperti Jepang dan Jerman pun, menurut dia, menerapkan sistem yang sama.

Selain itu, Todung melanjutkan, pengesahaan undang-undang itu juga akan melindungi setiap advokat, termasuk para pengacara muda. Mereka bisa ikut berkompetisi dan tetap bisa mencari nafkah dengan membantu kliennya. “Itu hak asasi mereka,” katanya. (Baca: Jokowi-JK Diharapkan Bikin Reformasi Hukum)

Rancangan Undang-Undang Advokat sedang dibahas oleh DPR saat ini. Rancangan tersebut dibahas untuk menggantikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

“Jangan sampai rancangan undang-undang tersebut tak disahkan oleh DPR periode 2009-2014 dan diambil alih oleh anggota DPR berikutnya,” kata Adnan Buyung. Jika sampai hal itu terjadi, berarti anggota DPR saat ini hanya melempar tanggung jawab. “Mereka harus mempertanggungjawabkan itu,” ujarnya.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/09/15/078607129/Buyung-Desak-DPR-segera-Sahkan-RUU-Advokat

Bang Buyung Cs Turun Gunung Dukung RUU Advokat Disahkan

Posted on | September 15, 2014 | Comments Off

RMOL. Sejumlah advokat senior berkumpul siang tadi (Senin, 15/9) di Asean Room Hotel Sultan, Jakarta. Mereka yang hadir yakni Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, OC Kaligis, Frans Hendra Winarta dan Erman Umar.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Presiden DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI), Tjoetjoe S. Hernanto dan Sekjen Aprillia Supaliyanto, para advokat senior memberikan tanggapan mereka terhadap proses revisi UU Advokat yang sedang berlangsung di DPR. Advokat senior, Adnan Buyung Nasution pun berpesan kepada para junior tentang pentingnya reformasi advokat di Indonesia melalui revisi tersebut.

“Dulu kita memang menginginkan sistem single bar wadah tunggal advokat, tapi dalam pelaksanaannya tidak bisa single bar, harus kembali kepada sistem multibar untuk menaungi seluruh advokat di Indonesia,” kata Bang Buyung, sapaan akrabnya.

Para advokat senior yang hadir dalam pertemuan itu mendukung pengesahan RUU Advokat oleh Pansus DPR RI.

Jurubicara KAI, Fadli Nasution mengatakan, pertemuan dengan para advokat senior itu terbilang sangat jarang karena berbagai kesibukan. Namun hari ini akhirnya bisa dipertemukan untuk sebuah cita-cita yang sama yaitu mereformasi advokat Indonesia. Menurut Fadli, pro kontra RUU Advokat di antara kalangan organisasi advokat membuat para senior turun gunung.

“Mereka kan pelaku sejarah di dunia advokat, jadi tahu betul baik terhadap person maupun organisasi advokat yang ada,” imbuh Fadli seraya berharap nasehat dan masukan dari para advokat senior bisa jadi pertimbangan Pansus RUU Advokat dalam menyelesaikan pembahasan di sisa masa sidang DPR ini.

sumber : http://m.rmol.co/news.php?id=172083

Advokat senior: Mafia hukum semakin parah, sistemik dan endemik

Posted on | September 15, 2014 | Comments Off

Merdeka.com – Pro-kontra Rancangan Undang-undang (RUU) Advokat menuai banyak tanggapan kritis dari sejumlah pakar hukum Indonesia. Sejumlah advokat senior Adnan Buyung Nasution, OC Kaligis, Todung Mulya Lubis dan Franz H Winarta mendukung anggota DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Advokat.

Menurut Frans H Winarta, dengan disahkannya RUU Advokat akan mampu menggeser oligarki wadah tunggal (single bar) organisasi advokat yang ada selama ini.

“Dengan wadah tunggal, mafia hukum akan semakin parah, sistemik dan endemik, maka harus kita rumah, seperti istilah pemerintah sekarang revolusi mental, maka kita dengan RUU advokat ini,” katanya dalam konferensi pers di Hotel Sultan Jakarta, Senin (15/9).

Lebih jauh dia menyatakan bahwa wadah tunggal seperti yang diatur dalam undang-undang advokat lama, adalah bentukan rezim Orde Baru sebagai alat membungkam daya kritis para advokat.

“Wadah tunggal adalah ide Pak Harto, dia mengawasi organisasi advokat, karena para advokat sering mengkritik perpres-perpres yang ada waktu itu,” tegasnya.

Senada dengan hal di atas, Todung Mulya Lubis juga sepakat agar RUU Advokat segera disahkan. Menurutnya, dengan disahkannya RUU Advokat tersebut tercipta banyak ruang ruang (multi bar) sekaligus menciptakan daya kompetisi yang sehat antar organisasi advokat.

“Dulu organisasi pers kan cuma ada PWI, sekarang berkembang ada AJI, begitu pula dengan advokat, tidak bisa hanya satu wadah. Dengan multi wadah ini, kita harapkan ada persaingan yang sehat dan ada standarisasi yang jelas,” paparnya.

sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/advokat-senior-mafia-hukum-semakin-parah-sistemik-dan-endemik.html

keep looking »
  • Pin BB Budiman :

  • UserOnline

    6 Users Browsing This Page.
    Users: 6 Guests
  • hitwebcounter

  • Peta Kantor :


    Lihat Ruko Tubagus Angke Megah di peta yang lebih besar
  • Archives