Archive for July 6th, 2010
Bagir Manan kunjungi Tempo. (Foto: Putri Werdiningsih/okezone)
JAKARTA – Ketua Dewan Pers Bagir Manan menyambangi kantor redaksi Tempo di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangannya ini untuk memberikan dukungan moril, setelah Tempo mendapatkan serangan fisik dari orang-orang yang tak dikenal dinihari tadi.
Bagir Manan yang datang sekira pukul 16.20 WIB sore tadi, didampingi oleh anggota Dewan Pers lainnya, seperti Agus Sudibyo, Bekti Nugroho, dan Wina Armada. Bambang Harimurti yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pers, kali ini berperan sebagai tuan rumah, karena dirinya yang menjabat Direktur Tempo Group. Bambang didampingi oleh Direktur PT Tempo Inti Media Harian Toriq Hadad.
Dalam kesempatan ini, Bagir menyesali adanya kejadian penyerengan kantor redaksi Tempo dengan molotov. Namun mantan Ketua Mahkamah Agung ini tak mau mengatakan jika kejadian tersebut merupakan ancaman terhadap kemerdekaan pers.
“Kita tidak bicara ancaman lah. Paling tidak kita tahu bahwa persoalan kemerdekaan pers kita belum selesai,” ucapnya di kantor redaksi Tempo, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2010).
Padahal katanya, pada jaman revolusi wartawan tidak pernah diganggu. Bagir mengambil contoh Sayuti Melik yang menyinggung pemerintah dalam tulisannya di Harian Kedaulatan Rakyat.
“Cuma diancam saja sama Bung Hatta agar tidak berlebihan,” katanya.
Namun Bagir juga mengatakan, agar tidak mengaitkan penyerangan tersebut dengan proses uji cover Majalah Tempo yang akan dilakukan oleh Dewan Pers beberapa hari mendatang. “Kita tidak ingin merusak suasana agar proses yang sedang kita lakukan ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Seperti diketahui, usai penyerangan terhadap kantor Majalah Tempo, semua mata mengarah ke Polri. Pasalnya, hubungan antara Tempo dengan Polri sedang memanas. Hal ini terkait dengan persoalan cover Majalah Tempo edisi 28 Juni-4 Juli 2010 yang mengilustrasikan perwira polisi yang menggiring celengan babi. Ilustrasi tersebut untuk menggambarkan kepemilikan rekening mencurigakan yang dimiliki sejumlah perwira polisi, seperti diberitakan Tempo dalam laporan utamanya.(hri)
sumber : http://news.okezone.com/read/2010/07/06/338/350213/bagir-soal-kemerdekaan-pers-belum-selesai
Ilustrasi makelar pajak. (Foto: okezone)
JAKARTA – Terduga perekayasa pembebasan makelar pajak Gayus Halomoan Tambunan dari vonis Pengadilan Negeri Tangerang, Jaksa Cirus Sinaga, hingga hari ini belum juga terang apa status yang disandangnya. Padahal sempat menguat jika Cirus akan menjadi tersangka.
“Nggak ada kongkalikong. Bapak Jaksa Agung sendiri yang perintahkan jajarannya untuk mematuhi hukum dengan memberikan izin. Kalau Jaksa Agung tidak beri izin, mungkin kita kesulitan,” tutur Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Lapangan PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (6/7/2010).
Hal itu berarti, menurutnya, Jaksa Agung serius menangani dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anak buahnya. “Tapi kita menentukan status harus cermat,” katanya.
“Kita tinggal tunggu hasil keterangan yang disampaikan, apakah relevan dan bisa dijadikan satu pedoman untuk menentukan status seseorang. Kita sudah kumpulkan bukti-bukti semua. Kita tunggu hasil gelar minggu depan,” tandasnya lagi.(hri)
sumber : http://news.okezone.com/read/2010/07/06/339/350204/status-cirus-masih-mengambang

