Budiman | Advokat | Pengacara | LBH

Ahmad Yani Mengaku Diancam Ratusan Advokat Terkait RUU Advokat

Posted on | September 26, 2014 | Comments Off

KOMPAS.COM/SABRINA ASRILSekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani.

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani, mendapatkan ancaman dari ratusan advokat. Kejadian itu terjadi pada Rabu (24/9/2014) malam, saat Yani menerima kelompok advokat itu untuk membicarakan pengesahan RUU Advokat.

Menurut Yani, kelompok advokat itu memaksa agar DPR tidak mengesahkan RUU Advokat. Namun, karena tak mendapatkan kepastian, mereka menumpahkan emosinya kepada anggota Komisi III DPR tersebut.

“Mereka memaksa agar RUU Advokat tidak disahkan. Pas saya mau keluar, mereka menghalangi,” kata Yani, saat dikonfirmasi, Kamis (25/9/2014).

Yani mengatakan, ratusan advokat itu terus memaksa dan menghalanginya. Bahkan, beberapa petugas keamanan dalam DPR yang ada di lokasi sangat kewalahan saat mencoba membawa Yani ke lokasi yang aman.

Menurut Yani, setelah dihalangi selama beberapa menit oleh para advokat, ia akhirnya dapat meninggalkan lokasi melalui basementGedung DPR menggunakan sebuah mobil. Saat memasuki mobilnya, ratusan advokat masih berusaha menghalanginya.

“Semalam, sekitar jam 21.30 WIB. Mereka sempat memukul pamdal juga katanya,” kata Yani.

Secara pribadi, Yani menyayangkan sikap kasar para advokat yang memaksakan kehendaknya tersebut. Namun, ia belum berencana meneruskan peristiwa ini ke jalur hukum.

“Ada yang mencoba melempar saya. Saya kira tidak mencerminkan seorang advokat,” kata dia.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/09/25/18383281/Ahmad.Yani.Mengaku.Diancam.Ratusan.Advokat.Terkait.RUU.Advokat

PEMBERITAHUAN Bagi rekan-rekan Advokat KAI diharapkan Jam 15.00 WIB (Kamis, 25 Sept 2014) berkumpul di Gedung Nusantara II DPR RI – PANJA RUU Advokat, untuk mengawal pembahasan terakhir RUU Advokat

Posted on | September 25, 2014 | Comments Off

Document31

Korlap-KAI : Juju Purwantoro-0813.99922217

RUU Advokat, Ahmad Yani Nyaris Digebuki Pengacara Peradi

Posted on | September 25, 2014 | Comments Off

JAKARTA - Pertemuan antara Komisi III DPR dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Rabu (24/9) malam, diwarnai insiden penyanderaan terhadap Ahmad Yani, anggota Komisi Hukum dari Fraksi PPP. Dalam peristiwa itu, Yani mengaku nyaris digebuki.

Yani menduga penyanderaan itu dilakukan karena sekitar ratusan anggota Peradi memaksakan kehendak mereka agar pengesahan RUU Advokat dalam sidang Paripurna DPR, Kamis (25/9) ini dibatalkan.

“Mereka memaksakan kehendak undang-undang ini tidak disahkan. Jadi (kejadiannya) kita sudah selesai rapat, kita sudah terima mereka, saat saya mau keluar itulah saya diadang,” kata Yani di Gedung DPR RI Jakarta.

Pengadangan itu menurutnya tidak mencerminkan sikap profesi advokat yang seharusnya mengedepankan cara-cara elegan dalam menyampaikan aspirasinya. Apalagi sampai melempari dengan botol dan mengejar dirinya sampai ke parkiran mobil.

“Itu tidak menunjukkan sikap profesi, ada yang melempar saya dengan botol tapi tidak kena. Semalam setelah kita tutup rapat jam setengah sepuluh. Setengah jam saya disandera, dikejar sampai ke mobil. Ratusan lebih mereka, pamdal kita kewalahan,” jelasnya.

Yani mengaku tidak memahami alasan apa yang membuat anggota Peradi sampai brutal seperti itu. Bahkan Yani menganggap tindakan Peradi sebagai bentuk intimidasi dan menghalangi kerja dewan. Apalagi kondisi serupa juga dialami anggota lain, Nudirman Munir.

“Ini betul-betul mengganggu kinerja dewan, saya semalam telpon Pak Kapolri juga. Ini menghalang-halangi tugas dewan, Peradi tetap saya terima kok, mereka yang tidak mampu mengendalikan anggotanya. Saya sudah lapor pimpinan DPR, ini bukan pribadi saya tapi penghinaan terhadap parlemen,” tandasnya.

sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/09/25/259957/RUU-Advokat,-Ahmad-Yani-Nyaris-Digebuki-Pengacara-Peradi-

Anggota Komisi III Dilempar Botol dan Dikejar Ratusan Pengacara

Posted on | September 25, 2014 | Comments Off

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani sempat menjadi sasaran ratusan pengacara yang diduga berasal dari anggota Peradi (Persatuan Advokat Indonesia). Peristiwa itu terjadi saat Yani menerima anggota Peradi di ruang kerja lantai 2 Gedung Nusantara II, Gedung DPR, Rabu (25/9/2014) malam.

“Saat itu suasana sudah riuh, enggak bisa keluar dari ruang kerja,” kata Yani ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/9/2014).

Yani menuturkan ratusan pengacara itu memaksakan kehendak menolak RUU Advokat disahkan. Saat rapat selesai pukul 21.30 WIB, Rabu (24/9/2014) Yani masih berbincang-bincang dengan mereka.

“Ada Nudirman Munir juga, habis rapat berfoto-foto saya masih melayani mereka,” ujarnya.

Namun secara tiba-tiba ratusan pengacara itu emosi dan mengejar Yani. Politisi PPP itupun tidak mengetahui alasan pengacara itu emosi. Mereka melempar botol ke arah Yani.

“Tapi saya menghindar. Mereka mengeluarkan kata-kata kasar,” tuturnya.

Yani sempat terperangkap di dalam ruang kerja. Tetapi ia berhasil keluar ruangan setelah diamankan pamdal DPR. Tetapi Pamdal pun kewalahan menjaga keamanan Yani. Yani pun dikejar sampai tempat parkir mobil.

“Pamdal kewalahan, saya akhirnya lari sampai basement terus naik mobil, katanya ada pamdal yang terkena pukul,” ungkapnya.

Saat itu, Yani mencoba menghubungi Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman. Ia juga melaporkan kejadian itu kepada pimpinan Pansus RUU Advokat dan Pimpinan DPR. Namun Yani belum memikirkan untuk melaporkan ke Polda Metro Jaya.

“Saya bukan subjek tetapi parlemen. Ini penghinaan kepada parlemen biar Pimpinan DPR yang melaporkan,” katanya.

Hingga saat ini, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Peradi mengenai kejadian tersebut.

sumber : http://m.tribunnews.com/nasional/2014/09/25/anggota-komisi-iii-dilempar-botol-dan-dikejar-ratusan-pengacara

Aksi Premanisme Peradi Kacaukan Panja RUU Advokat

Posted on | September 25, 2014 | Comments Off

Aksi Premanisme Peradi Kacaukan Panja RUU Advokat

Aksi Premanisme Peradi Kacaukan Panja RUU Advokat (foto: eksklusif)

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Advokat yang akan diumumkan malam ini, Rabu (24/9/2014) terpaksa batal. Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang menolak RUU ini disahkan melakukan aksi premanisme di Gedung DPR dengan mengancam panja RUU Advokat.

Aksi tersebut membuat berang Ketua Panja RUU Advokat Syarifudin Suding dari fraksi Hanura komisi III DPR. Dia protes lantaran puluhan orang membuat keributan dan menyandra tim panja yang sedang rapat.

“Saya kan sudah mengijinkan anda masuk, kenapa  kamu membuat keributan dan menyandera anggota kami dengan membawa orang yang begitu banyak? Kamu sudah menyianyiakan kepercayaan yang saya berikan,” kata Suding dengan nada marah melalui telepon ketika berbicara dengan Wakil Sekretaris Peradi John Panggabean.

Sebelumnya di luar pagar parlemen, John Pangebean berteriak tidak menyetujui disahkan RUU Advokat, sebab ia beralasan RUU tersebut tidak menjadikan advokat independen dengan dibentuknya Dewan Advokat Nasional (DAN).

Lagipula Peradi sudah melakukan perbaikan advokat melalui pendidikan, ujian, pelantikan advokat selama 10 tahun, tapi sekarang RUU mau disahkan oleh Panja RUU Advokat. Jelas Peradi tidak setuju.

Sementara Wakil Ketua Pansus DPR  Ahmad Yani merasa terancam dan sempat menghindar amukan masa dari Peradi. Aksi premanisme Peradi tersebut langsung dilaporkan Suding dan Yani membuat laporan ke Mabes Polri.

sumber : http://news.okezone.com/read/2014/09/25/339/1043979/aksi-premanisme-peradi-kacaukan-panja-ruu-advokat

Inisiator RUU ADVOKAT, Ahmad Yani (anggota DPR RI), diduga telah dipukul oleh Pendukung Penolakan RUU Advokat pada Rapat Panja Malam ini

Posted on | September 24, 2014 | Comments Off

images

Inisiator RUU ADVOKAT, Ahmad Yani  (anggota DPR RI), diduga telah dipukul oleh Pendukung Penolakan RUU Advokat pada Rapat Panja Malam ini di Gedung Nusantara II DPR RI.

Hal tersebut menunjukan adanya anarkis dalam penolakan RUU Advokat, sedangkan KAI mendukung RUU Advokat untuk disahkan.

Berita ini diturunkan belum ada pihak-pihak yang dapat dikonfirmasi.

Bagi pihak-pihak yang mengetahui kebenaran berita tersebut dapat diemail kepada kami : advokat@budimansudharma.com

 

Saat ini Ahmad Yani  (anggota DPR RI) sudah bersama-sama rekan DPP KAI

A.yani sdh d amankan. . .sdg bersm dpp kai

Bersm dpp kai

10371889_826521614045910_4361192010352443078_n

10409293_826521484045923_5194162467667457755_n

 

PRESIDEN DPP KAI – Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, melaporkan tindakan anarkis (pemukulan) terhadap AHMAD YANI (Anggota DPR RI PANJA/PANSUS RUU ADVOKAT) yang dilakukan oleh Pendukung Tolak RUU Advokat di Ruang Panja Gedung Nusantara II DPR RI, di MABES POLRI tanggal 25 September 2014

mabes01 mabes02 mabes03

Laporan Polisi a.n. Bambang Kisminarso, SH, MH, yg tlh melaporkan  di Bareskrim MaBes Polri dgn Pasal 214 (1) jo 356 (2e) jo 335 (1) KUHP.

Laporan Polisi a.n. Bambang Kisminarso, SH, MH, yg tlh melaporkan  di Bareskrim MaBes Polri dgn Pasal 214 (1) jo 356 (2e) jo 335 (1) KUHP.

 

SITUASI ANARKISME PENDUKUNG TOLAK RUU ADVOKAT DI RUANG PANJA RUU ADVOKAT PADA SAAT KEJADIAN

Anarkisme di ruang Panja RUU Advokat , si Perek bule biang kerok nya

 

KAI Dukung Pensahan RUU Advokat

Posted on | September 24, 2014 | Comments Off

JAKARTA (Pos Kota) – Rancangan revisi Undang Undang (RUU) Advokat bukan hanya terbatas menyelesaikan konflik internal antarorganisasi advokat, melainkan kepentingan anak bangsa dalam soal keadilan.

Karenanya, Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Tjoetjoe S Hernanto, menyatakan sangat menyesalkan bila ada advokat apalagi organisasi advokat yang bermaksud menggagalkan pengesahan RUU revisi Advokat. “Kami justru mendorong disahkannya RUU Advokat semata-mata demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Hal senada diungkap Sekjen KAI, Aprillia Supaliyanto. Katanya, pertikaian internal antarorganisasi advokat itu dinilainya lumrah. Tetapi, revisi RUU Advokat menjadi penting lantaran dicantumkannya hak-hak & kewajiban para advokat, para pencari keadilan, hingga etika dalam beracara.

“Jadi, inilah yang kami perjuangkan bagi kepentingan masyarakat menyeluruh. Bukan hanya kepentingan advokat,” tandasnya seusai memimpin rapat internal advokat, yang berencana mengerahkan ribuan advokat ke DPR RI untuk mendorong disahkannya RUU menjadi UU advokat (revisi) dari UU nomor 18 tahun 2004.

RUU Advokat sebagai revisi UU 18/2004 kini memasuki pembahasan untuk disahkan oleh Komisi DPR RI. Nudirman Munir, anggota Panitia Kerja (Panja) DPR RI, berjanji menuntaskan RUU menjadi UU karena sudah dijadwalkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

sumber : http://poskotanews.com/2014/09/24/kai-dukung-pensahan-ruu-advokat/

Laskar Merah Putih Desak RUU Advokat Disahkan

Posted on | September 24, 2014 | Comments Off

JAKARTAKetua Umum Laskar Merah Putih (LMP) Neneng A Tuty  mendorong Revisi Undang-Undang (RUU) Advokat disahkan oleh DPR. Ia menilai UU Advokat 2003 sudah tidak layak dipakai, karena masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

Menurut Neneng, RUU Advokat akan menciptakan pengacara yang profesional dan bermartabat sehingga menjadikan tonggak keadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saat ini para advokat masih simpang siur dalam menjalani profesinya, ini akibat tidak adanya regulator tunggal yang menjadi acuan para advokat dalam menjalani profesinya. Ini harus dibenahi agar terciptanya advokat yang berkualitas, “kata Neneng di Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Selain itu, RUU Advokat dapat menyelesaikan permasalahan advokat secara umum termasuk sumpah advokat,  kemandirian advokat, kehormatan advokat, dan masalah advokat  yang terkait  dengan  organisasi sebagai sosial kontrol dalam penegakan hukum dan keadilan  melalui penyelenggaraan peradilan.

Sementara, dia menilai pembentukan Dewan Advokat Nasional (DAN) sangat baik  terhadap para anggota advokat dan organisasi advokat di Indonesia. “Dengan adanya DAN, sebuah lembaga yang dibentuk pemerintah akan menyusun regulator, pedoman tunggal yang berfungsi sebagai pengawasan terhadap profesi advokat,” sambungnya.

Dewan Advokat Nasional, lanjutnya, akan menjadi organisasi independen yang tidak dapat diinvertensi oleh pemerintah. “Sederhananya, kalau advokatnya sehat, akan menjadikan pembela kebenaran yang sehat, jadi ini sangat berguna bagi bangsa dan negara dalam menegakan keadilan di Indonesia,“ terangnya.

Sebelumnya dalam konferensi pers, Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) Frans Hendrawina mengatakan keadaan advokat saat ini sangat mengkuatirkan, seperti adanya penguasaan terhadap organisasi.

Pasalnya, sudah belasan tahun tidak pernah mengganti pimpinan organisasi. Ini kalau dibiarkan akan menjadi kartel bagi advokat dan berbahaya berbahaya terhadap kepentingan advokat ke depan.

sumber : http://news.okezone.com/read/2014/09/24/339/1043496/laskar-merah-putih-desak-ruu-advokat-disahkan

Kubu Pro dan Kontra RUU Advokat Siap Gelar Demo Besar

Posted on | September 24, 2014 | Comments Off

Kubu Pro dan Kontra RUU Advokat Siap Gelar Demo Besar
Masing-masing mengusung moto aksi damai.
Situasi jelang penentuan nasib RUU Advokat semakin memanas. Masing-masing kubu pro dan kontra pengesahan RUU Advokat bahkan sudah merencanakan menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi mereka. Uniknya, hari yang mereka pilih untuk menggelar demonstrasi adalah sama, 24 September 2014.Kongres Advokat Indonesia (KAI) sebagaimana dikutip dari budimansudharma.com, sebuah laman yang mengandung banyak informasi tentang KAI, merencanakan demonstrasi besar-besaran. Di laman itu terdapat artikel berjudul “DPP KAI: Aksi Damai, Cerdas dan Santun di Depan Gedung DPR Besuk pada Hari Rabu, Tanggal 24 September 2014, jam 08.00 WIB”.Isi artikel yang diunggah Senin lalu (22/9) itu bernada imbauan agar seluruh advokat KAI untuk ikut dalam aksi damai, cerdas, dan santun di depan Gedung DPR. Artikel itu bahkan mengimbau agar advokat KAI mengenakan jas dan dasi. Di artikel itu juga dicantumkan nama dan nomor kontak beberapa pengurus KAI, termasuk Presiden KAI Tjoetjoe S. Hernanto untuk kepentingan teknis demonstrasi.

Tidak hanya KAI, PERADI juga menyebarkan pengumuman tentang rencana demonstrasi menolak pengesahan RUU Advokat. Merujuk pada surat PERADI yang diunggah laman Facebook Jamaslin James Purba, Ketua DPC PERADI Jakarta Pusat, seluruh advokat PERADI diimbau untuk berpartisipasi dalam demonstrasi Rabu besok, 24 September 2014.

“DPN PERADI mengajak seluruh rekan advokat untuk menghadiri aksi damai ke-II dengan memakai toga advokat untuk menolak RUU Advokat,” demikian bunyi pengumuman PERADI tersebut.

Berbeda dengan pengumuman KAI yang hanya menyebut lokasi Gedung DPR, pengumuman PERADI menyebut banyak lokasi demonstrasi antara lain Parkir Timur Senayan, Bunderan Hotel Indonesia, Istana Presiden, Kementerian Hukum dan HAM, dan Gedung DPR.

Selain menyebarkan pengumuman, PERADI juga memanfaatkan fasilitas agenda pada Facebook. Di fasilitas agenda itu, orang-orang yang diundang dapat menentukan sikap apakah akan menghadiri undangan tersebut atau tidak.

Berdasarkan pantuan hukumonline, per tanggal 23 September 2014 pukul 23.30, tercatat jumlah orang yang diundang untuk menghadiri aksi demonstrasi mencapai 3,9 ribu. Namun, tercatat yang mengkonfirmasi akan hadir hanya 368 orang, sedangkan yang menyatakan “mungkin” 116 orang.

Ditemui di sela-sela Rakernas PERADI di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Selasa (23/9), Ketua DPC PERADI Yogyakarta Muh. Irsyad Thamrin mengatakan PERADI menargetkan aksi demonstrasi besok akan dihadiri sekitar 5000 advokat. Saat ini, kata Irsyad, advokat yang sudah siap berpartisipasi berjumlah sekitar 950 orang. Menurut dia, advokat dari berbagai daerah juga akan datang ke Jakarta.

Dihubungi hukumonline, Selasa (23/9), Sekretaris Jenderal DPP KAI, Aprilia Supaliyanto mengatakan pihaknya menargetkan 5000 advokat KAI akan berpartisipasi dalam aksi demonstrasi. Seluruh pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD), kata Aprilia, juga akan hadir dan siap berpartisipasi.

“Kita punya 34 DPD dan tiap DPD itu 200-300 orang yang akan hadir, sehingga kita punya ribuan target yang akan hadir. Nah kita hadir bukan untuk rusuh makanya jargon aksi kita adalah aksi cerdas, damai dan santun,” ujar Aprilia.

Menanggapi rencana PERADI yang akan menggelar demonstrasi di hari yang sama, Aprilia mengatakan tidak mempermasalahkannya. Dia menegaskan KAI tidak ingin terjadi gesekan fisik dalam demonstrasi besok. Makanya, KAI bertekad berdemonstrasi dengan santun supaya tidak terjadi konflik.

“Yang pasti kita ingin menyampaikan satu aspirasi, satu keinginan kita bahwa RUU advokat itu layak dan sudah seharusnya disahkan menjadi undang-undang. Karena itu adalah sesungguhnya mimpi indah bagi advokat seluruh Indonesia,” paparnya.

sumber : http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5421a4d2704c7/kubu-pro-dan-kontra-ruu-advokat-siap-gelar-demo-besar

DEMO KAI DUKUNG RUU ADVOKAT DISAHKAN – 23 SEPTEMBER 2013

Posted on | September 23, 2014 | Comments Off

KAI01

KAi02 KAi03 KAI04

sumber : H F Abraham Amos

 

Bapak pengacara ganteng sedang beraksi...hahaha

Sebelum ke gedung mpr ri Stelah rapat...diumumkan hasilnya.... Tadii...siang..dan hasilnya Ruu akan disahkan menjadi Uu pada tanggal 29 smua partai sudah menyetujui hanya ada 1 yg belum...itu hasilnya...lebih jelasnya ada pada pengurus.. trimakasih...kita sama2 mendoakan saja...sema

sumber : Anya Spay (BBM Group The Alumni Advocad)

 

10670113_858046017541213_1721341806146389908_n

sumber : Praditya Yuffi (KAI Bandung) – M Ivana Putra

 

« go backkeep looking »
  • Pin BB Budiman :

  • UserOnline

    1 User Browsing This Page.
    Users: 1 Guest
  • hitwebcounter

  • Peta Kantor :

  • Archives