Budiman | Advokat | Pengacara | LBH

Tantangan Ketua MA Terhadap KAI Tidak Adil

Posted on | September 14, 2011 | No Comments

Jakarta,CyberNews. Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Andi Tumpa dinilai tidak adil menantang pengurus Kongres Advokat Indonesia (KAI) untuk melakukan sumpah pocong. Alasannya, persetujuan Presiden KAI Indra Sahnun Lubis dan Sekretaris Jenderal KAI Abdul Rahim Nasution agar nama wadah tunggal advokat menjadi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dilakukan tanpa kesepakatan internal KAI.

“Ketua MA harus ingat, massa KAI tidak setuju. Jadi kalau dia menantang sumpah pocong itu kami yang rugi dong,” kata kuasa hukum DPP KAI, Erman Umar Selasa (30/8).Menurut dia, lantaran sikap Indra Sahnun dan Abdul Rahim tersebut, para anggota KAI dalam acara penandatanganan wadah tunggal advokat protes. Anggota KAI keberatan tidak dimintakan tanggapan bahwa wadah tunggal tetap bernama Peradi.

Akhirnya, sambung Erman, Indra Sahnun pun mencoret nama Peradi. “Ini yang seharusnya diperhatikan Ketua MA. Bahwa nama Peradi itu pada akhirnya telah dicoret dan persetujuan Indra dalam tahap sebelumnya tidak mengatasnamakan organisasi,”
ungkapnya.

Erman mengatakan organisasi KAI memiliki 32 perwakilan daerah di seluruh Indonesia. Keanggotannya sekitar 11 ribu orang berdasarkan penghitungan terakhir.

Erman menilai persetujuan Indra Sahnun sebelum penandatanganan wadah tunggal advokat, karena pengaruh Ketua Umum Otto Hasibuan. Menurutnya, Indra diiming-imingi jabatan strategis di wadah tunggal advokat, saat terjadinya perpecahan di internal KAI.

“Ini kelihatannya dimanfaatkan. Ngapain Indra loe Kongres lagi. Namanya Peradi aja, lo nanti gantiin Bang Buyung di sini,” tutur Erman. “Tapi hal itu nggak pernah dibawa ke organisasi.”

Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Andi Tumpa menyatakan, Presiden KAI Indra Sahnun Lubis dan Sekretaris Jenderal KAI Abdul Rahim Nasution justru sudah setuju dengan wadah tunggal bernama Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Dia menyatakan, kesepakatan wadah tunggal advokat antara Peradi dengan KAI saat penandatanganan nota kesepahaman wadah tunggal advokat, pada Kamis (24/6/2010) lalu hanyalah formalitas. Namun, kesepakatan sesungguhnya sudah terjadi beberapa hari sebelumnya, yakni Senin (21/6/2010) dan Selasa (22/6/2010).

Beberapa hari sebelum penandatanganan MoU itu, Tumpa menyatakan bahwa pengurus inti DPP KAI dan DPN Peradi sudah berkumpul bersama dengan pimpinan MA. Pertemuan itu menyepakati bahwa wadah tunggal advokat adalah Peradi. Untuk membuktikan kejadian itu, Tumpa menantang pengurus KAI sumpah pocong.

sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/08/30/95029/Tantangan-Ketua-MA-Terhadap-KAI-Tidak-Adil

Comments

Leave a Reply





  • UserOnline

    1 User Browsing This Page.
    Users: 1 Guest
  • hitwebcounter

  • Peta Kantor :


    Lihat Ruko Tubagus Angke Megah di peta yang lebih besar
  • Archives